Kamis, 27 Oktober 2011

My Tears

Kau hadir sebagai penyejuk jiwa
Di kala ku sendiri di kehampaan
Kata-katamu mampu meyakinkanku
Membuatku berfikir kebahagian itu nyata

hari berganti hari....
Bahkan bulan tlah berganti tahun...
Kebahagiaan itu masih kurasakan sempurna
Dan harapku sampai tiba waktunya kita dipersatukan Tuhan

Badai pun datang dalam hubungan kita
Kebohongan demi kebohongan kau tuturkan tuk sakitiku
Namun ku coba untuk bertahan demi cinta ini

kucoba bersabar, menahan perih yang kau ciptakan
Berharap suatu saat kau akan berubah
Tapi malah kau meninggalkanku tanpa perasaan
Dengan kata-kata yang paling menyakitkan

Dalam setiap doa kuteteskan airmata
Memohon pada Tuhan agar engkau kembali
Berharap ini hanya mimpi...
Cobaan yang sesaat untuk cinta kita

Kau menyalahkanku karena kepergianmu
Berjuta alasan kau buat akulah yang bersalah dimatamu
Dan baru kutahu kau lakukan itu karena kau tlah memiliki yang lain
Kau buat hati ini hancur berkeping-keping

Kau sia-siakan perasaanku yang tulus untukmu
Kau sia-siakan pengorbanan yang telah kulakukan
Kau buang aku seperti sampah
Tak berharga, tak berguna dan tak berarti

Aku menangis mengingatmu...
sekejam itukah dirimu..
Melupakan janji-janji yang kau ucapkan
Mengingkari segalanya
Menipu seluruh dunia dengan kebaikan semu

Bahagia diimu bersamanya
Namun kau bayar semua itu dengan airmataku
Tapi ingatlah cintaku....
Suatu saat ketika airmata ini mengering
Tuhan akan menggantinya dengan airmatamu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar