PERKENALAN TOKOH :
YUKI as Sherin & Sheryl
STEFAN as Arya
MAXIME as Rafa
ESA as Eza
KEVIN as Niko
CHIKA as Riana
RIZKY as Satya
NINA as Elsa
CUKEM as Deka & Deki
KARINA as Noura
tentang dua saudara kembar yg berbeda sifat....Sherin yg lemah lembut & Sheryl yg serampangan, bagaimana lika-liku mereka dalam menemukan cinta sejati yang diwarnai ttg persahabatan antara satu sama lain....
Matahari baru saja terbit dari timur, namun seorang gadis cantik sudah mulai bersiap dengan seragam putih abu-abu beserta perlengkapan yang akan dibawanya. yah, hari ini adalah hari pertamanya menjadi mahasiswa baru. Dia akan menjalani yang masa orientasi atau yang biasa disebut Ospek....
Sherin, nama gadis itu. Sudah lama ia berkeinginan menjadi seorang dokter, dan hari ini mimpinya sedikit demi sedikit mulai terwujud....Dia berhasil masuk ke jurusan kedokteran di Universitas yang cukup terkemuka. Melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 kurang, gadis berambut lurus panjang dan berkulit putih ini segera pergi menuju kamar disampingnya, berusaha membangunkan seseorang yang sedang terlelap di dalam sana.
"Sheryyyll....." panggil Sherin berkali-kali.
Karena tak juga ada jawaban dari dalam, Sherin pun memutuskan untuk masuk ke dalam. Di dalam kamar tersebut cukup berantakan jika disebut sebagai kamar seorang cewek.
" Ampun deh nih anak, ini kamar apa gudang sih" gerutu Sherin yang berusaha menyingkirkan barang-barang yang menghalangi jalannya menuju tempat tidur orang yang dipanggilnya sedari tadi.
Sampai di depan ranjang, Sherin makin geleng-geleng kepala melihat tingkah saudaranya yang satu ini, masih nyenyak di dalam selimutnya. Tanpa pikir panjang, Sherin langsung saja menarik selimut itu sehingga membuat orang tersebut merasa terganggu, tapi matanya masih tertutup.
"Sheryyyyllll.....!!!" teriak Sherin tepat di telinga orang itu.
Cukup tersentak, akhirnya gadis yang masih tidur itu pun terbangun dan membuka matanya lebar-lebar.
"Sherin apaan sih loe, teriak kenceng banget di telinga gue" protes gadis itu.
"Salah sendiri siapa suruh gue bangunin daritadi loe ga bangun-bangun" ucap Sherin.
"Gue masih ngantuk bawel....ada apaan sih, masih pagi juga" ujar Sheryl, saudara kembar Sherin, masih terus protes hendak kembali tidur, namun dengan sigap Sherin segera menarik tangan saudara kembarnya itu.
"Kok loe mlah tidur lagi sih, Ryl" protes Sherin
"Gue kan masih nagntuk....memangnya ada apa sih?" tanya Sheryl setengah sadar.
"Hari ini kan hari pertama Ospek, hari pertama kita jadi mahasiswa baru. bukannya loe yang paling semangat dari kemarin-kemarin" jelas Sherin
Mendengar kata-kata saudara kembarnya barusan, sontak membuat Sheryl membuka matanya lebar-lebar dan langsung melihat ke arah jam wekernya. Sudah pukul 6 lebih.
"Busyeeetttt....udah jam segini. Kok loe baru bangunin gue sih" omel Sheryl.
"Hellooo....sapa suruh loe kalo tidur kayak orang mati. gue udah bangunin loe dari subuh tadi. loe nya aja yang kayak kebo. udah buruan mandi sana, gue tunggu dibawah cepetan" ujar Sherin.
Sheryl berpikir sejenak lalu berkata, " Loe duluan aja deh, nanti gue nebeng Satya aja biar ga telat" ujar Sheryl
"Oke lah kalo begitu" ucap Sherin lalu keluar dari kamar Sheryl yang lebih mirip gudang daripada kamar seorang gadis. Baru beberapa langkah Sherin keluar dari kamar Sheryl, sudah terdengar suara gaduh dari dalam sana. Sherin yang terkejut segera melongok ke dalam kamar itu dan mendapati saudara kembarnya itu terjatuh gara-gara tersandung oleh buku-buku yang berserakan di lantai. alhasil, pinggang Sheryl terasa sakit dan Sherin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah saudara kembarnya itu.
"Hati-hati dong, Ryl, sakit kan" ucap Sherin yang ikut merasakan apa yang dirasakan saudara kembarnya itu.
Sheryl hanya mengangguk sambil manyun. Sherin tersenyum saja melihat kecerobohan saudara kembarnya.
Sherin sudah berangkat 15 menit yang lalu sedangkan sheryl baru saja selesai, hanya tinggal menunggu Satya, sahabatnya sejak kecil yang tinggal tak jauh dari rumahnya. tak berapa lama, akhirnya sebuah sepeda motor ninja warna biru berhenyi di depan rumah Sheryl, segera saja gadis itu naik.
"Lama banget sih loe, Sat" omel Sheryl.
"Loe tuh yang aneh, jam segitu baru nelpon gue. gue udah mau samapi kampus malah harus balik gara-gara loe. udah jadi mahasiswa juga ga berubah aja kebiasaan loe" omel Satya ganti.
Sheryl tersenyum kecut, "Udah nanti aja ngomelnya, sekarang berangkat cepetan nanti kita telat" ucap Sheryl.
Satya yang udah hafal betul kelakuan sahabatnya yang satu ini tak banyak bicara lagi dan langsung tancap gas. Satya melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, sampai-sampai hampir saja bertabrakan dengan motor lain ketika hendak berbelok. untung saja Satya cukup menguasai keadaan dan mengerem disaat yang tepat. Sheryl hampir saja kena serangan jantung gara-gara kejadian itu, dan mulai mengomel dan memaki-maki orang itu tapi percuma, orang itu sudah jauh. dan akhirnya satu-satunya sasaran Sheryl hanya tinggal Satya.
"Rese' banget sih tuh orang, naik motor kayak dikejar setan aja. Loe juga Sat, hati-hati dong. Loe mau bikin kita berdua mampus disini?" omel Sheryl.
Satya hanya bisa pasrah mendengar omelan Sheryl sepanjang perjalanan ke kampus. beruntung mereka tidak telat sampai ke kampus.
*************************************************************
Bersambung....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar