Sabtu, 22 Oktober 2011

TRUE LOVE IS NEVER DIE 9

         Mike dan Angel baru aja sampai di depan rumah Angel. Seperti biasa, Mike mengantar Angel pulang dengan selamat sampai di tujuan.
         “Nggak masuk dulu, Mikey” tawar Angel.
         “Nggak  deh, Beibh. Abis ini aku ada latihan band sama anak-anak” tolak Mike.
         “Tapi nanti malam jadi kan?” tanya Angel.
         “Iya pasti nanti malam aku jemput kamu. See u Beibh” ucap Mike lalu mengecup kening Angel sebelum pergi.
          “See u Mikey” ucap Angel sambil menatap punggung Mike yang perlahan mnjauh darinya dan akhirnya menghilang.


           Di tempat lain, sebagai permintaan maaf, Fathir mengajak Vita ke taman bermain. Kebetulan disana sedang ada pertunjukan musik.
          “Vit, tunggu sebentar ya” pinta Fathir.
          “Loe mau kemana, Thir?” tanya Vita.
          “Gue mau beli minum, loe pasti haus, kan?” tanya Fathir balik seolah tau apa yang dipikirkan Vita yang memang lagi kehausan saat itu.
           Vita mengangguk.
           Ketika Fathir pergi, Vita kembali mengingat masa lalunya. Saat dirinya dan Fathir bersahabat sejak masih SD dan sejak SMP Vita mulai menaruh hati pada Fathir, sahabatnya. Namun, perasaan Vita bertepuk sebelah tangan karena saat itu Fathir menyukai seseorang, Kimberly, sahabat Vita juga.
           Vita benar-benar patah hati ketika Fathir dan Kimberly jadian. Vita mengubur perasaannya dalam-dalam demi kedua sahabatnya dan perlahan menjauh dari kehidupan mereka berdua. Namun beberapa bulan yang lalu, Vita mendengar mereka putus karena Kimberly selingkuh dan dijodohkan oleh orangtuanya. Fathir terpukul dan sedih bahkan bilang nggak mau jatuh cinta lagi, Vita shock mendengar hal itu apalagi perasaannya ke Fathir tak berkurang sedikitpun.
          Tak berapa lama Fathir kembali dan membawa dua buah es krim strawberi kesukaan Vita.
         “Loe masih inget aja kesukaan gue, Thir” ucap Vita tersenyum manis ke Fathir.
         “Kita udah sahabatan lama, masa iya gue lupa kesukaan loe” ucap Fathir membalas senyuman Vita.
          Kini mereka saling pandang sampai-sampai tak menyadari kalau keadaan sekitar mulai ramai ketika pertunjukan dimulai.


                 Ingin hilangkan rasa untuk mencinta

                Padamu padanya sirna
                Ingin tak perlu terlalu dalam merindu
                Padamu padanya hilang


                Andai saja ungkapkan cinta
                Kucabut jantungku hanyalah untukmu
                Andai saja sanggup berkata

                Tolong padamu hentikan lembutmu

                Bukan mauku tersiksa karna sikapmu
                Jika kau cinta tak perlu kau ragu
                Bila tak bisa kau caci makilah diriku


                Rapuh karnamu resah juga karnamu
                Terkurung disaat bayangmu


                Tolong lah sayangku katakan padaku
                Walau sejenak sepatah kata darimu
                Sudahi ini cukuplah untukku
                Karena lah cinta aku terhanyut akan dirimu
                (Casper-sungguh rapuh)

         Begitu lagu tersebut selesai, Fathir memegang kedua tangan Vita dan tatapan matanya begitu serius. Jantung Vita berdebar-debar karena nggak biasanya Fathir bersikap seperti itu.
         “Loe kenapa Thir?” tanya Vita bingung.
         “Gue mau bilang sesuatu ke loe, Vita” ucap Fathir.
         “Ngomong apa Fathir?” tanya Vita lagi.
         “Maafin gue ya Vit, selama ini gue selalu ngebohongin perasaan gue sendiri. Setelah putus dari Kim, loe satu-satunya orang yang selalu ada buat gue. Selalu ngalah dan ngertiin gue tapi gue selalu aja bikin loe sakit hati. Gue bener-bener minta maaf, Vit” ucap Fathir tulus terlihat dari sorot matanya yang teduh.
         Setetes air mata mengalir dari pelupuk mata Vita.
         “Kok loe nangis, Vit, gue bikin salah lagi ya?” tanya Fathir bingung.
         Vita menggeleng pelan, “Nggak Fathir, loe nggak salah apa-apa” ucap Vita.
        “Trus kenapa loe nangis?” tanya Fathir lagi sambil menghapus air mata Vita.
        “Gue bahagia, Thir. My best friend is come back” ucap Vita.
        “Vit, apa loe masih anggap gue sahabat loe….eh maksud gue apa loe hanya anggap gue sebagai sahabat aja?” pertanyaan Fathir membuat Vita tersentak.
        “Maksud loe apa, Thir?” tanya Vita.
        “Gue sayang sama loe, Vita. Gue tau mungkin loe bakal meragukan  ini semua karena sikap gue selama ini, tapi gue sungguh-sungguh Vita. Gue…..” belum selesai Fathir mengungkapkan isi hatinya, Vita meletakkan jari telunjuknya ke bibir Fathir.
        “Gue percaya kok, Thir. Gue selalu percaya sama loe dari dulu sampai sekarang” ucap Vita.
        Tak buang-buang waktu, Fathir langsung memeluk Vita, tak perduli meskipun banyak orang yang melihat mereka berdua.
        “Fathiiirr….malu tau diliatin orang-orang” seru Vita.
        “Biarin….gue nggak peduli, yang jelas gue bahagia hari ini. Gue sayang loe, Vita. I will always love you” teriak Fathir sekeras-kerasnya. Saking malunya dilihatin orang-orang, Vita menutup mukanya walaupun sebenarnya juga bahagia banget.



          Waktu udah menunjukkan pukul 19.00 WIB. Yuki segera menyalakan siaran radio kesayangannya, dimana dia selalu mendengarkan suara Esa pada hari-hari tertentu, seperti hari ini. Yuki sudah bersiap-siap dan penuh semangat mendengarkan suara Esa yang dia rindukan selama beberapa hari ini.

          “Selamat malam pendengar. Kembali lagi bersama saya, Dr. Love, dalam siaran kesayangan kita ‘Katakan dengan Hati’. Dan selama satu jam ke depan, saya akan menemani kalian semua dengan lagu-lagu yang indah, dan tentunya saya akan membuka line telepon bagi para pendengar yang ingin mencurahkan isi hatinya malam ini. Untuk memulai acara kita malam hari ini, saya akan memutarkan sebuah lagu untuk kalian semuanya”

                  kekasihku percayakah kamu 
                  aku selalu menunggu 
                  kekasihku percayakah kamu 
                  aku ingin bertemu 
                  kalau kau cinta 
                   pasti kau tahu isi dihatiku


                  kubilang miss you pada dirimu
                  agar kau tahu isi hatiku
                  yang selalu menunggu disetiap waktu
                  karena i miss you 
                  kekasihku percayakah kamu
                  aku selalu menunggu

                  (Miss you – Irwansyah feat Zaskia Sungkar)

         Yuki mendengarkan suara itu dengan seksama, suara itu seperti suara Esa tapi entah kenapa Yuki merasa ada yang berbeda. Meskipun suara bahkan gaya bicaranya sama, Yuki merasa itu bukan Esa, tapi siapa kalau bukan Esa. Mana mungkin ada orang yang bisa menirukan suara bahkan gaya bicara yang semirip itu.
        Penasaran, Yuki pun bergegas menuju stasiun radio dimana Esa biasa siaran. Dia hanya ingin memastikan kalo itu benar Esa dan menanyakan kenapa cowok itu tiba-tiba saja menghilang beberapa hari ini. Dia pun menghubungi seseorang.
        “Hallo, Karina, gue ke rumah loe ya sekarang. Temenin gue ke tempat siarannya Esa“ ucapYuki singkat lalu segera melaju menuju rumah Karina.


       Di rumah Angel, gadis itu udah dandan begitu cantik hari ini. Dengan dandanan yang casual tapi tetap cantik dengan kaos warna biru muda dan jeans kesayangannya dipadu dengan jaket putih hadiah dari Mike saat ulang tahunnya beberapa waktu lalu. Kini hanya tinggal menunggu sampai Mike datang menjemputnya.
Angel sudah membayangkan betapa romantisnya mala mini ngedate bersama Mike ketika tiba-tiba HP nya berbunyi, pesan dari Mike.

                                Beibh, maaf acara hari ini kita pending dulu ya.
                                    Aku harus nganterin nyokap ke dokter
                                                    Love you

          Semangat Angel langsung hilang. Kebahagiaan yang membuncah, menguap begitu saja berganti kekecewaan. Sedangkan orang diseberang sana mengucapkan maaf beribu kali karena kebohongannya barusan.

*********************************************************
bersambung.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar