Keesokan harinya di kantin sekolah, Yuki dan Vita yang baru aja datang terlihat sedih dan murung. Angel, Karina dan Bella yang melihatnya jadi ikutan sedih tetapi berusaha menghibur kedua sahabatnya itu.
“Kalian berdua kenapa sih, my pricess Yuki ma my princess Vita, sayang. Kok mukanya sedih gitu?” tanya Karina.
“Iya nih….kalian nggak ceria kayak biasanya, ada masalah ya?” tanya Bella
Yuki dan Vita menatap sahabat-sahabatnya lalu sepakat menggeleng.
“Yuki, Vita, kita ini sahabat kalian. Sahabat yang akan selalu ada dan membantu kalian. Jadi, kalo salah satu dari kita punya masalah, itu berarti masalah kita juga” ucap Angel.
“Iya Angel, loe bener. Gue emang nggak pernah bisa bohong sama kalian semua, sahabat-sahabat gue” ucap Yuki sambil tersenyum pada mereka semua.
“Gue juga sependapat ma Yuki. Kita emang nggak pernah bisa nyembunyiin sesuatu ke kalian” sahut Vita akhirnya buka suara.
“Oke….kalo gitu cerita dong ke kita. Sebenarnya kalian ada masalah apa sih?’ tanya Karina ingin tahu.
“Iya Ki, Vit. Apa sih yang sedang kalian pikirin sampai-sampai bete’ gitu mukanya?” tanya Bella lagi.
Yuki dan Vita sama-sama terdiam, tak tahu harus memulai darimana. Akhirnya mereka berdua saling berpandangan, seolah berunding siapa yang lebih dulu bercerita.
“Oke gini, sebelumnya gue minta maaf banget udah bikin kalian khawatir tapi gue juga seneng punya sahabat kayak kalian semua” ucap Yuki mulai buka suara.”Sebenarnya gue lagi bingung banget sekarang, soalnya Esa dari kemarin sama sekali nggak bisa dihubungi” lanjut Yuki.
“Bukannya kemarin loe bilang mau ketemu sama Esa, Ki?” tanya Angel diikuti pandangan penuh tanya ke arah Yuki.
“Harusnya sih iya, tapi Esa nggak dateng. Gue nungguin dia berjam-jam lamanya dan gue juga udah nyoba hubungin dia berkali-kali tapi sama sekali nggak bisa, nomornya nggak aktif” jawab Yuki sedih.
“Sabar ya, Ki, mungkin aja Esa lagi ada keperluan mendadak sampai-sampai belum bisa hubungin kamu” ucap Vita menghibur Yuki dengan tetap positive thinking.
“Vita bener, Ki, mungkin aja waktu Esa pergi HP nya ketinggalan atau lowbat” sahut Angel menimpali.
“Gitu ya, guys, tapi kenapa sampai sekarang pun Esa sama sekali nggak hubungin gue juga. Apa dia udah lupa kali ya sama gue?” tanya Yuki pada dirinya sendiri.
“Loe sabar aja ya, Ki, mudah-mudahan sebentar lagi Esa hubungin loe dan ngasih kabar” ucap Bella.
“Bener my princess…..jangan sedih ya, pasti semuanya bakal kembali lagi kayak dulu” sahut Karina coba menenangkan kegalauan hati Yuki.
Angel, Vita, Karina, dan Bella mentap Yuki seolah meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja dan itu sudah cukup bagi Yuki untuk mempercayai kalau semuanya akan kembali seperti dulu.
“Sekarang loe, Vit, ada apa sih. Apa gara-gara masalah kemarin loe sama Fathir?” tanya Angel yang tau betul kejadian kemarin.
Vita mengangguk pelan dan matanya menatap menerawang keluar kelas, tepatnya ke arah lapangan basket, dimana ada Fathir dan yang lainnya disana.
“Memangnya ada kejadian apa kemarin?” tanya Bella diikuti pandangan penuh tanya dari Yuki dan Karina.
Vita seperti enggan untuk mengingat kembali kejadian yang membuatnya sakit da Angel tahu itu dari ekspresi wajah Vita sehingga dia pun buka suara mewakili Vita menceritakan kejadian kemarin.
“Jadi, Kevin numpahin minuman di baju loe dan setelah itu bukannya minta maaf malah nyalahin loe, gitu?” tanya Yuki yang menelaah kembali apa yang sudah diceritakan Angel pada Vita.
Vita mengangguk.
“Kurang ajar banget tuh si Fathir. Nggak menghargai cewek banget sih, egois dan nggak mau ngalah” omel Karina.
“Gue setuju banget sama loe, Karina. Fathir harus diberi pelajaran tuh” sahut Bella.
“Jangan…..kalian nggak perlu ngasih pelajaran apapun. Mungkin ini salah gue juga kok. Jadi, nggak usah dibesar-besarin ya, please” cegah Vita setengah memohon.
“Kok loe belain dia sih, Vit, kan dia udah bikin loe sedih?” tanya Karina.
“Gue nggak belain dia kok. Gue cuma nggak mau nanti masalahnya semakin rumit, guys” jawab Vita.
“Ya udah, guys, kita hormatin keputusan Vita. Bagaimana pun juga ini masalah pribadi Vita, kita sebagai sahabat hanya bisa berdoa, menghibur ketika sedih, dan membantu jika memang dibutuhkan” ucap Yuki bijak.
“Bener banget apa yang dibilang Yuki barusan. Meskipun salah atu diantara kita punya masalah berarti masalah kita juga, tapi kita juga harus menghormati privasi masing-masing. Itulah sahabat” sahut Angel.
“SAHABAT…..SELAMANYA……” seru mereka semua kompak sambil berpelukan.
Saat Yuki Cs saling berpelukan, datang Stef Cs dan suasana haru pun berubah tegang, senang, dan sebal bercampur jadi satu.
“Waaah….asyik nih ada acara berpelukan massal” seru cukem.
“Ikutan doooong….!!!!” seru Aldo hendak berlari ke arah Yuki Cs, namun segera ditarik oleh Nakula.
“Eiiitsss….tunggu dulu!” cegah Nakula.
“Apaan sih Cumi, gak bias liat orang seneng ya loe” protes Aldo.
“Heh Cumi o’on, enak aja loe main pergi gitu aja nggak ajak-ajak gue, kan gue juga mau tuh” ucap Nakula langsung berlari mendahului Aldo menuju arah Yuki Cs.
Belum sempat Nakula sampai Yuki Cs, suara Karina yang sangat nyaring langsung memecahkan gendang telinga Nakula.
“STOOOOOPPP……berhenti gak loe. Awas aja ya kalo loe berani maju satu langkah lagi, gue bejek-bejek muka loe, Cumi” ancam Karina yang langsung bikin Nakula bergidik ketakutan dan bergerak mundur dan sembunyi di balik Aldo.
“Loe kenapa, Cumi?”tanya Aldo yang tertawa melihat kekonyolan Nakula, begitu pula yang lainnya hanya bias geleng-geleng kepala melihat kelakuan cukem o’on.
“Loe nggak lihat apa si nenek lampir marah-marah” jawab Nakula menunjuk ke arah Karina dengan dagunya sedangkan Karina menatap tajam padanya.
“Hai Beibh” sapa Mike pada Angel.
“Hai Mikey, sayang” balas Angel yang kemudian menghampiri kekasihnya lalu memeluknya.
“Ehemmm….ehemmm…duuh dunia kayak milik berdua nih” sindir Karina.
“Yo’i….yang lainnya kan pada ngontrak, Karina” sahut Bella membuat yang lain menahan tawa.
“Yeee….bilang aja kalian ngiri, kan. Iya nggak Mikey” seru Angel.
“Iya Beibh” ucap Mike sambil tersenyum dan membelai rambut Angel.
Mereka pun tertawa, ikut merasakan kebahagiaan Angel. Tapi tiba-tiba senyum Vita menghilang saat matanya beradu pandang dengan Fathir.
“Soal kemarin….” Ucap mereka berdua bersamaan membuat teman-temannya yang lain jadi heran.
“Cieeee….kompak nih” goda cukem.
Fathir dan Vita langsung melotot pada cukem.
“Hehehe……Kabbuuuurrr” seru cukem langsung berlari menjauh.
“Loe mau ngomong apa, Vit?” tanya Fathir setelah cukem pergi.
“Loe aja duluan, Thir” jawab Vita.
“Sebenernya gue mau minta maaf soal kemarin, gue nggak sengaja” ucap Fathir.
Vita tersenyum dan bahagia dalam hati, “Gue udah maafin kok, Thir. Gue juga minta maaf ya” ucap Vita.
“Sama-sama kalo gitu” ucap Fathir seraya tersenyum pada Vita, begitu pula Vita.
“So, tunggu apa lagi nih!” seru Mike dengan tatapan seolah memberi isyarat.
“Apaan sih, Mike” elak Fathir.
“Iya nih, emangnya ada apaan sih” ucap Vita malu-malu.
“Cieeee….Vita malu nih” goda Yuki.
Semuanya turut bahagia, meskipun Fathir dan Vita sama-sama belum mengungkapkan perasaan masing-masing tapi saat ini hubungan mereka udah lebih baik.
Disaat semua orang sedang tertawa melihat pada Vita dan Fathir, hanya satu orang yang memandang ke arah Yuki tajam. Yuki yang merasa sedang diperhatikan dan menyadari tatapan aneh Stef, segera meminta penjelasan.
“Ngapain loe ngeliatin gue, ada masalah?” tanya Yuki to the point.
“Nggak tuh” jawab Stef singkat.
“Trus ngapain loe tadi ngeliatin gue. Kalo emang ada yang loe mau omongin, silahkan. Atau loe naksir gue?” ucap Yuki setengah bercanda.
“Pede gila loe, nggak usah ge-er deh. Tampang jelek gitu, mana mau orang sama loe” ucap Stef dingin.
“Hellooo….gue ngomong baik-baik ya, kok loe nyolot gitu sih” seru Yuki sebal.
“Sabar Yuki” ucap Vita dan Angel.
“Gila ya nih cowok, ganteng-ganteng tapi dingin banget. Sok cool banget sih” seru Karina ikutan sebal.
“Udah Karina, kok loe malah ikutan sewot sih” Bella menenangkan Karina.
Seolah tak mendengarkan kata-kata Yuki Cs, Stef pun beranjak dari tempat itu dan mengajak serta Fathir dan Mike.
“Cabut yuk, gue males lama-lama disini sama makhluk-makhluk cerewet ini” ucap Stef dingin.
Mike dan Fathir mengikuti langkahnya dari belakang meninggalkan Yuki Cs yang geram setengah mampus pada Stef.
*********************************************************
bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar