Sabtu, 22 Oktober 2011

TRUE LOVE IS NEVER DIE 11

       Keesokan harinya di sekolah, Mike yang baru datang langsung dicegat oleh Fathir.
       “Mike, gue perlu ngomong sama loe sebentar” Fathir mengajak Mike ke sebuah kelas kosong.
       “Loe mau ngomong apa sih, Thir?” tanya Mike bingung begitu sampai di ruangan.
       “Sebenarnya ini bukan urusan gue, dan gue bukannya mau ikut campur urusan pribadi loe, tapi gue bener-bener butuh jawaban elo” ucap Fathir makin membuat Mikle bertambah bingung.
       “Maksud loe apa sih, thir?” tanya Mike.
       “Tadi malam apa bener lo ke cafe sama cewek dan cewek itu bukan Angel?” tanya Fathir membuat muka Mike pucat seketika.
        “Gue….gue…” Mike terlihat gugup.
        “Apa bener juga kalo loe bohong sama Angel, bilang kalo loe pergi nganterin nyokap lo eke dokter?” tanya Fathir lagi.
        Mike mengangguk lemah, “Iya, Thir, loe bener” ucap Mike pasrah.
        Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat mereka berdua dari balik pintu yang sedikit terbuka. Dia mendengar semua pembicaraan mereka tapi tak sampai selesai. Dia pergi ketika menyadari ada orang lain yang datang.
       “Fathir aku nyariin kamu dimana-mana ternyata di sini sama Mike” ucap Vita begitu masuk ke dalam ruangan itu.
       “Maaf, Sayang aku nggak bilang kamu dulu, aku lagi bicara sama Mike” ucap Fathir.
Vita mengalihkan pandangannya dari Fathir ke Mike, “Tadi malam loe kemana, Mike. Kenapa loe tega bohongin Angel dan selingkuh di belakang dia, siapa sih cewek itu?” tanya Vita beruntun.
       “Tenang Vita, Sayang” ucap Mike menenangkan kekasihnya yang sedang emosi.
       “Loe salah, Vit, gue nggak selingkuh di belakang angel. Emang bener gue bohong sama Angel, tapi itu gue lakuin karena kalo gue jujur sama Angel, gue takut Angel marah dan salah paham. Kalian tau sendiri Angel tuh orangnya suka jealous” sahut Mike.
       “Trus siapa cewek itu?” tanya Vita masih kesal.
       “Jasmine. Mantan gue” jawab Mike.
       “Jasmine?! Bukannya loe bilang dia udah pergi ke Paris?” tanya Fathir yang pernah diceritakan oleh Mike.
       “Gue juga berpikir seperti itu, bahkan dulu dia yang mutusin gue waktu dia pindah. Sekarang dia balik ke Indonesia dan minta balik lagi ke gue” jelas Mike.
       “Trus loe mau?” tanya Vita.
       “Nggak mungkin lah, gue udah punya Angel dan gue udah sayang sama dia. Gue emang pernah sayang sama Jasmine tapi itu dulu, sekarang Angel prioritas gue. Kemarin gue ketemu sama dia cuma ngasih penjelasan ke Jasmine kalo hubungan kita dulu udah nggak mungkin balik kyak dulu lagi” jelas Mike.
       “Tapi Mike, kenapa loe harus bohong?” tanya Vita.
       “Vita bener, Mike, nggak seharusnya loe bohongin Angel. Karena sekalinya loe bohong akan ada kebohongan-kebohongan lain untuk menutupi kebohongan yang pertama” sambung Fathir.
        “Gue bener-bener nyesel, Thir, Vit. Gue cuma nggak mau Angel salah paham. Gue mohon jangan ada yang bilang ke Angel soal ini” pinta Mike.
         Fathir dan Vita pun mengangguk setuju demi kebaikan hubungan Angel dan Mike, sahabat mereka.


        “Yuki my princess……..”teriak Karina yang baru saja datang.
        “Ada apa sih, Karina, ceria banget hari ini?” tanya Yuki heran.
        “Gue ada berita bagus buat loe, my princess” ucap Karina.
        “Berita apa?” tanya Yuki bingung.
        “Taraaaaa……alamatnya Esa” seru Karina sambil menyodorkan secarik kertas berisikan sebuah alamat.
Yuki langsung mengambil kertas itu dari tangan Karina lalu membacanya.
        “Serius loe, Karina, ini alamatnya Esa?” tanya Yuki setengah tak percaya.
Karina tersenyum lalu mengangguk mantap.
        “Kyaaaaa……gue seneng banget. Thank you, Karina. You’re my best friend, I love you full” seru Yuki kegirangan sambil loncat-loncat seperti anak kecil yang baru aja dapat permen.
        Karena kesenangan, Yuki tak menyadari ada seseorang yang sedang berjalan di belakangnya. Tanpa sengaja Yuki menabrak tubuh orang itu dan hampir aja terjatuh, namun belum sampai ke tanah, seseorang menahan tubuhnya. Mata mereka saling beradu selama beberapa detik sampai akhirnya mereka tersadar lalu menghindar.
        “Makanya kalo jalan tuh liat-liat, lagian kayak anak kecil banget sih loncat-loncat gak jelas” ucap orang itu yang ternyata Stef.
       “Yeee…suka-suka gue dong mau ngapain. Udah ah hari ini mood gue lagi seneng, jadi gue nggak mau ngerusak mood gue cuma buat berantem sama loe” ucap Yuki sambil tersenyum manis ke Stef.
       “Dasar cewek aneh, terserah loe aja lah” ujar Stef lalu pergi meninggalkan Yuki yang masih terlihat gembira. Dari jauh, Stef memandang wajah Yuki dengan tatapan yang susah dijelaskan dengan kata-kata, tak disangka seulas senyum terpancar dari bibirnya tanpa seorang pun yang tau.


         Pulang sekolah, langit terlihat mendung tapi Yuki tetap nekat pergi ke rumah Esa sesuai dengan alamat yang diberikan Karina. Yuki pergi seorang diri tanpa sahabat-sahabatnya, karena mereka sedang ada acara masing-masing.
         Sudah hampir satu jam lebih Yuki berputar-putar, akhirnya sampai juga Yuki di depan sebuah rumah yang cukup besar dan berpagar tinggi.
         “Permisi, Pak, bisa saya betemu dengan Esa?” tanya Yuki pada satpam penjaga rumah itu.
         “Adik siapa dan ada perlu apa?” tanya si satpam.
         “Saya pacarnya Esa, Pak. Saya kesini mau bertemu sama dia, penting banget, Pak” jawab Yuki.
         “Maaf, Dik, tapi saat ini den Esa sedang tidak bisa ditemui” ujar Pak Satpam.
         “Saya mohon, Pak, saya harus bertemu dia” pinta Yuki memelas.
         “Saya benar-benar tidak bisa mengijinkan, Dik, karena memang nggak bisa” ujar Pak Satpam lalu pergi meninggalkan Yuki yang terus berdiri di depan rumah Esa, menunggu cowok itu keluar..
          Langit semakkin gelap, petir mulai menyambar dan hujan mulai turun dengan deras. Namun, Yuki tak memperdulikan semua itu, dia tetap bertahan berdiri disana selama hampir 2 jam lebih. Pak satpam yang iba, memberikan paying untuknya, tapi Yuki menolak.
          Tiba-tiba ada seseorang yang datang lalu menghampirinya. Yuki menoleh, berharap itu orang yang dia tunggu tapi ternyata dia salah. Dia bukan Esa melainkan Stef orang yang selalu bertengkar dengannya di sekolah.
          “Loe ngapain berdiri di depan rumah orang, cewek jelek?” tanya Stef yang juga dalam keadaan basah karena kehujanan.
          “Loe sendiri kenapa ada disini?” tanya Yuki balik, tubuhnya menggigil kedinginan.
          “Gue kebetulan lewat sini mau pulang, rumah gue dekat sini. Gue nggak sengaja liat loe, jadi gue samperin, loe ngapain hujan-hujanan gini?” tanya Stef
          Yuki hendak menjawab, namun tubuhnya sudah sangat menggigil kedinginan, bibirnya membiru dan tiba-tiba kesadarannya menghilang seketika. Yuki pingsan.
           Beruntung Stef menangkap tubunya sebelum jatuh ke tanah, lalu membawa gadis itu ke dalam mobilnya sendiri. Stef mengantarkan Yuki pulang. Dalam perjalanan pulang, Yuki yang tak sadarkan diri terus menerus memanggil-manggil nama Esa dan air mata mengalir dari sela-sela matanya. Stef memandang iba padanya, ada perasaan sedih yang melingkupi hatinya.


          Keesokan harinya, Mike baru aja dating menghampiri Angel yang duduk sendirian karena Yuki tak masuk sekolah hari itu.
         “Pagi, Beibh” sapa Mike seraya tersenyum.
         “Pagi, Mikey” sahut Angel tanpa senyum.
         “Kamu kenapa, Beibh, kok mukanya suntuk gitu, semalem nightmare ya?” canda Mike.
         “Nggak kok, Mikey. Nggak kenapa-kenapa” ucap Angel berusaha tersenyum.
         “Sarapan yuk, ke kantin” ajak Mike.
         “Kamu aja deh, Mikey, aku udah makan di rumah” tolak Angel.
         “Ya sudah, aku ke kantin dulu ya, Beibh” ucap Mike seraya mengecup kening Angel kemudian pergi.
         Angel menatap Mike dalam diam, wajahnya terlihat sedih, namun dia tak dapat mengungkapkannya pada Mike.


          Sepulang dari sekolah, Favi, Mikan, Cukem, Karbel dan Stef dating menjenguk Yuki yang sedang sakit. Yuki sudah sadar sejak tadi malam, namun tubuhnya masih sangat lemah.
         “Yuki, sayang, kok loe bisa jadi sakit gini sih?” tanya Vita khawatir.
         “Iya, Ki, kemarin kan loe baik-baik aja, kok bisa-bisanya sekarang sakit. Bikin kita khawatir” ucap Angel.
          Yuki tersenyum lemah, “Maaf ya, guys, udah bikin kalian khawatir” ucap Yuki.
          “Untung ada Stef yang nolongin loe, my princess” sahut Karina sambil kecentilan sama Stef.
          “Heh, mis ngingnging jangan kecentilan napa. Gue bisa cemburu tau” seru Nakula.
          “Gue nggak salah denger nih, loe cemburu sama nenek lampir ini, Nakula?” tanya Aldo seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, begitu pula dengan yang lainnya.
          Nakula nyengir kuda, “Kita udah jadian kok” jawab Nakula mengejjutkan lalu merangkul Karina yang disampingnya.
          “Apa? Kapan? Kok bisa?” tanya Aldo bertubi-tubi.
          “Ya bisalah, Cumi. Kan gue cowok dan Karina cewek jadi bisa aja dong jadian. Kalo gue sama loe itu baru nggak bisa” jawab Nakula asal.
          Aldo langsung menoyor kepala Nakula, “Itu sih gue juga udah tau, Cumi o’on. Gue tuh nanya gimana bisa loe jadian sama si nenek lampir…eh…maksud gue, Karina?” tanya Aldo.
         “Yah…kan kita nggak pernah tau kapan, dimana dan pada siapa cinta itu datang” ucap Nakula berfilosofi.
         “Nyontek kata-kata darimana loe?” tanya Bella nyambung.
         “Kata-kata gue sendiri dong” kata Nakula bangga.
          Aldo langsung keki melihatnya, bukarena jealous tapi iri karena orang yang paling dekat dengannya udah punya pasangan, sedangkan dia sama sekali belum dapat pasangan.
          “Kenapa loe nggak sama Bella aja, Do” seru Karina.
          “Ogah gue sama  si ubur-ubur” sahut Aldo.
          “Apalagi gue…ogah banget sama loe, Cumi” sahut Bella.
          “Udah-udah, kok kalian pada berantem sih. Kan kita disini jengukin Yuki” sela Fathir.
         “Tau nih Cukem ma Karbel, nanti bukannya Yuki cepet sembuh tapi makin parah” sambung Mike.
          Yuki tersenyum sambil menatap sahabat-sahabatnya, Favi, Mikan, Cukem, Karbel, dan Stef yang bungkam sedari tadi. Mata Yuki terhenti pada sosok Stef yang tenang, kemudian dia tersenyum.
         “Stef, makasih ya udah nolongin gue” ucap Yuki tulus.
         “Oke tapi lain kali jangan hujan-hujanan lagi ya, soalnya gendong loe tuh berat banget” ujar Stefan datar bikin Yuki keki.
         “Iya iya, lagian gue kan bukannya sengaja minta gendong loe” sahut Yuki.
         “Yaelah kalian berdua ini, akur dikit napa” sela Vita.
         Yuki dan Stef saling pandang sejenak, lalu tiba-tiba Yuki mengulurkan tangannya pada Stef.
         “Kita baikan aja, ya” ucap Yuki seraya tersenyum pada Stef.
         Tak disangka ternyata Stef mau juga membalas uluran tangan Yuki.
         “Gue pikir, nggak ada salahnya temenan sama cewek jelek kayak loe. Nggak akan bikin gue ketularan jelek kok” ujar Stef.
         “Iiiih….loe tuh ya, baru aja baikan udah nyela gue lagi” seru Yuki langsung pasang tampang sebal.
         “Hehehe…bercanda lagi” ucap Stef yang tersenyum untuk pertama kalinya di depan Yuki.
         Tiba-tiba Bik Minah datang sambil membawa sebuah bingkisan untuk Yuki. Sebuah kotak besar yang di bungkus kertas kado warna putih. Ketika Yuki hendak membukanya, tiba-tiba Cukem berteriak, mengejutkan semua yang ada disitu.
         “JANGAN DIBUKA…..!!!!” teriak Cukem.
         “Cukem….gila ya loe berdua. Teriak keras banget, berisik tau. Ada apaan sih?” tanya Angel yang protes karena Cukem teriak dekat dengan telinga Angel.
         “Kamu nggak pa-pa, Beibh?” tanya Mike khawatir.
         “Iya nggak pa-pa kok” jawab Angel datar, nggak seperti biasanya yang langsung bergelayut manja pada Mike.
         “Ada apa sih, Cumi?” tanya Vita.
         “Jangan dibuka dulu, siapa tau itu bom” jawab Aldo.
         “Iya bener banget tuh, apalagi sekarang ini kan lagi banyak tuh terror bom lewat paketan gitu” lanjut Nakula.
          “Parno banget sih pikiran kalian” ujar Fathir.
          “Lagian mana mungkin sih ada orang yang iseng ngirimin pet bom ke my princess, kan dia orangnya baik banget” sahut Karina.
          “Omongan Cukem kalian dengerin. Udah buka aja, nggak mungkin juga itu bom. Lagian kalo emang bener, pasti udah meledak dari tadi. Percaya sama gue” ucap Stef datar.
          Seperti sihir, semua orang yang ada di ruangan itu setuju, kecuali Cukem. Yuki pun segera membuka bingkisan itu dan mencari tahu isinya yang ternyata sebuah kotak music dan sepucuk surat.

To : my lovely princess sakura.
Maafkan aku cinta yang sudah membuat kamu sedih dan menunggu begitu lama. Maafkan jika aku membuatmu sangat khawatir tapi percayalah aku tak pernah meninggalkanmu. Aku pasti akan kembali untukmu, because you will be the last for me. Love you, Esa.

*********************************************************
bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar