Sabtu, 22 Oktober 2011

TRUE LOVE IS NEVER DIE 19

Yuki baru saja siuman. Dia mendapati sahabat-sahabatnya berada disampingnya. Wajah mereka terlihat khawatir sekali.
“Loe nggak pa-pa, Ki?” tanya Angel cemas.
“Iya gue nggak pa-pa kok” jawab Yuki.
“Tapi kok loe bisa pingsan sih?” Tanya Vita.
“Mungkin gue kecapekan, Vit” jawab
“Ya uudah kalo gitu nanti gue anterin loe pulang ya” tawar Angel.
“Makasih ya, Ngel” ucap Yuki berusaha untuk tersenyum.


Begitu sampai di rumah, Yuki merasa ada yang aneh dengan matanya. Tiba-tiba saja berubah gelap saat ia berlari tadi. Dia berpikir jangan-jangan ada hubungannya dengan transplantasi kornea mata yang dijalaninya dua tahun lalu .. Yuki pun mendatangi sebuah rumah sakit untuk memeriksakan matanya.
“Dok, kenapa tadi siang tiba-tiba pandangan mata saya menjadi gelap. Apa operasi dua tahun yang lalu itu ada kesalahan, tapi mengapa baru sekarang?” tanya Yuki.
“Dari hasil pemeriksaan saya, tidak ada masalah dengan mata Anda, dan operasi yang Anda jalani dua tahun lalu sama sekali tak ada kesalahan. Mungkin Anda terlalu kelelahan. Mata Anda membutuhkan istirahat yang cukup. Apa akhir-akhir ini Anda kurang istirahat atau mengalami insomnia?” tanya dokter.
“Iya Dok” jawab Yuki.,
“Kalau begitu, saya akan berikan Anda obat agar Anda bisa beristirahat” ucap sang dokter.

Sampai di rumah, Yuki teringat kejadian dua tahun yang lalu. Yuki bukanlah anak tunggal, dia mempunyai saudara kembar, namun sejak kecil saudara kembarnya itu diasuh oleh sang nenek yang berada di Bandung. Meski hidup terpisah, mereka berdua sangat saling menyayangi satu sama lain dan ikatan batin diantara mereka berdua sangat erat sehingga jika salah satu diantara mereka sakit maka yang lain pun ikut merasakan sakit.
Dua tahun yang lalu, Yuki mendapat kabar kalau saudara kembarnya mengalami kecelakaan di daerah puncak. Yuki yang histeris segera menuju TKP seorang diri dengan kecepatan yang sangat tinggi, namun nahas ditengah jalan dia mengalami kecelakaan dan menyebabkan kornea matanya terluka.
Yuki shock apalagi saat mengetahui kalau saudara kembarnya itu meninggal. Pihak keluarga pun akhirnya setuju untuk mendonorkan kornea mata saudara kembar Yuki yang telah meninggal untuk Yuki.
“My sister, I miss u so much…..thanks karena loe gue bisa melihat lagi” ucap Yuki dalam hati sambil memeluk sebuah diary yang terkunci.
Diary itu milik saudara kembarnya, namun Yuki sama sekali tak pernah bisa membukanya karena kuncinya hilang. Yuki sudah berusaha mencari di rumah neneknya tapi tetap tak menemukan kunci itu.
Akhirnya malam itu, Yuki tertidur sambil memeluk diary saudara kembarnya itu.



Sementara itu, di tempat lain, Mike bertekad untuk menemui Angel malam ini untuk meminta maaf.
Di rumah Angel, gadis itu sedang melamun kejadian tadi siang saat dia bertatapan dengan Mike di taman belakang ketika bel pintu berbunyi. Angel memanggil pembantunya, namun tak ada jawaban. Angel pun terpaksa membukakan pintu, betapa terkejutnya dia melihat siapa yang ada di depannya.
“Hello, my sister” sapa orang itu.
“Junooooo…!!!!” teriak Angel antara kaget dan senang.
“Kaget ya gue ada disini?” tanya orang yang bernama Juno itu.
“Kok loe bisa kesini sih, bukannya loe harusnya di Paris. Kapan loe datang?” tanya Angel bertubi-tubi.
“Nanti aja gue jawab semuanya. Sekarang, loe nggak mau nih peluk sepupu loe tersayang ini” ucap Juno sambil merentangkan tangannya. Serta merta Angel pun memeluk sepupunya itu.
Tanpa Angel sadari, Mike melihat kejadian itu tepat di depan matanya. Mike yang baru saja berheni di depan rumah Angel harus melihat adegan itu. Mike pun tak jadi menghampiri Angel dan langsung pergi.


Fathir dan Vita lagi jalan di mall, saat mereka hendak menuju arah foodcourt, mereka berdua melihat orang yang mereka kenal.
“Kimberly” panggil Vita.
Orang itu menoleh, namun wajah cantiknya dibanjiri oleh airmata.
“Vita…..” ucap gadis itu lalu memeluk Vita.
“Loe kenapa, Kim, kok loe nangis gini?” tanya Vita care, tapi Fathir menatap gadis yang memeluk Vita itu dengan tatapan sedih, kecewa dan kasihan jadi satu dalam hatinya.
“Gue sedih, Vita, tunangan gue selingkuh” ucap Kim membuat Fathir dan Vita terkejut.
Vita melepaskan pelukan Kim dan menghapus airmatanya.
“Loe serius, Kim, gimana bisa kan kalian udah tunangan?” tanya Vita tak percaya dengan apa yang dia dengar.
“Gue lihat sendiri, Vita, dia pelukan sama cewek lain di depan gue” jawab Kim.
Akhirnya acara jalan-jalan Fathir dan Vita jadi ajang curhat Kim, sahabat mereka sekaligus orang yang pernah mengisi hati Fathir. Sebenarnya Vita takut Fathir akan berpaling tapi Kim juga sahabatnya, apalgi sejak mendengar cerita Kim tentang tunangannya, Fathir terus memandangi gadis itu, membuat Vita cemburu.
“Fathir, anterin gue pulang ya” pinta Kim memelas dan bergelayut manja pada Fathir, maklumlah karena Kim belum tau kalo Vita dan Fathir udah jadian.
Fathir menatap ke arah Vita meminta persetujuan. Akhirnya Vita pun mengangguk pelan, walaupun sebenarnya hatinya berat membiarkan Fathir pergi mengantarkan Kim pulang sedangkan dia sendiri yang notabene pacarnya harus pulang sendirian.


Di tempat lain, seorang pemuda berdiri di depan pantai dan menatap ombak yang bergulung-gulung.
“Gue kangen loe, Yuka”

************************************************************


Angel lagi seru nonton tv ketika Juno tiba-tiba menarik tangannya untuk ikut dengannya.
“Ikut gue, Ngel” ajak Juno.
“Kemana sih, Jun, pake narik-narik gue segala. Kan gue bisa jalan sendiri” protes Angel yang sebenarnya masih pengen nonton tv.
“Udah gak usah bawel deh, nurut aja napa sih” ucap Juno bikin Angel nyengir kuda.
Akhirnya Angel dengan amat sangat terpakasa mengikuti Juno. Rupanya mereka pergi ke sebuah mall. Juno menariknya menuju satu etalase ke etalase yang lain untuk mencari sebuah gaun.
“Ngapain sih loe ngajakin gue nyari gaun segala. Emangnya loe mau pake gaun?” tanya Angel yang udah kecapekan.
“Loe kira gue kelainan apa. Ini buat cewek gue” jawab Juno.
“Cewek loe? Kenapa nggak beli di Paris aja sih kan disana bajunya bagus-bagus” ucap Angel.
“Gue lupa makanya gue ngajakin loe kesini, kan loe juga cewek pasti tau dong mana yang bagus. Gue paling nggak ngerti soal cewek” ujar Juno.
“Aneh banget sih loe, punya cewek tapi nggak ngerti soal cewek. Kasihan banget cewek loe” canda Angel.
“Sok tau loe, bawel” ucap Juno sambil mengacak-acak rambut Angel.
“Junooo….stop berantakin rambut gue” seru Angel sambil merapikan rambutnya.
“Makanya loe tuh jangan bawel, ayo jalan lagi” ajak Juno.
Setelah hampir beberapa jam berputar-putar mengelillingi seluruh penjuru mall, akhirnya pilihan mereka jatuh pada gaun hitam yang terlihat elegan. Setelah membayar dan membungkus gaun tersebut, mereka hendak pulang. Ketika mereka sampai di pintu keluar, betapa terkejutnya Angel melihat Mike jalan bersama Jasmine. Mereka bertemu dan saling bertatap muka.
“hai Mike” sapa Angel basa-basi.
“hai juga, Ngel” balas Mike berusaha untuk tersenyum saat melihat cowok yang disamping Angel.
Tanpa mereka duga, tiba-tiba Juno menarik tangan Jasmine dan pergi menjauh dari Mike dan Angel, membuiat mereka berdua mengerutkan kening tanda tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Juno terus menarik tangan Jasmine menjauh dari Angel dan Mike menuju tempat yang nggak terlalu banyak orang.
“Lepasin tangan gue, ngapain sih loe kesini” bentak Jasmine pada Juno.
“Harusnya gue yang nanya ke elo, ngapain loe jalan sama cowok lain” seru Juno.
“Terserah gue mau jalan sama siapa aja, kan selama ini loe nggak pernah peduli sama gue” sahut Jasmine, matanya terlihat memerah.
Spontan Juno langsung memeluk Jasmine, “Gue minta maaf kalo selama ini gue selalu cuek dan nggak peduli sama loe, Jasmine. Tapi gue bener-bener cinta dan akan selalu mencintai loe, Jasmine” ucap Juno membuat airmata gadis itu perlahan mengalir.
“Gue juga cinta sama loe, Juno” ucap Jasmine.

Di tempat lain, Angel dan Mike masih tak mengerti kemana Juno membawa Jasmine. Mereka berdua tengah menunggu penjelasan dari kedua orang itu. Mike dan Angel terlihat canggung.
“Cowok itu siapa Ngel?” tanya Mike memulai pembicaraan.
“Dia sepupu gue, namanya Juno” jawab Angel kemudian membuat hati Mike sedikit lega.
“Kok gue nggak pernah tau kalo loe punya sepupu?” tanya Mike.
“Iya soalnya selama ini dia tinggal di Paris” jawab Angel bikin Mike ber-ooo ria.
Mereka berdua lalu saling terdiam lagi beberapa saat sampai akhirnya Mike memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya.
“Angel, sebenarnya gue masih sayang sama loe” ucap Mike.
Angel tak mengatakan sepatah kata pun. Sebenarnya dia juga masih mencintai laki-laki itu tapi dia tak berani mengungkapkan perasaannya. Dia takut terluka lagi.
“Bukannya loe udah balikan sama Jasmine?” tanya Angel.
“Gue sama Jasmine tuh…..” belum selesai Mike menjelaskan tiba-tiba ada suara lain yang menyambung.
“Gue sama Mike nggak ada hubunggan apa-apa, Angel” ucap orang itu.
Angel dan Mike spontan langsung menatap arah datangnya suara itu, ternyata Jasmine. Dan yang paling membuat mereka berdua semakin terkejut yaitu melihat Jasmine dan Juno saling berangkulan.
“KALIAN?” seru Angel dan Mike bersamaan.
Jasmine dan Juno saling menatap sekilas lalu tersenyum pada mereka berdua.
“Sebenarnya Jasmine itu cewek gue waktu di Paris” ucap Juno.
“APA?”
“Maafin gue ya Mike, Angel. Sebenarnya gue balik ke Indonesia karena gue lagi sebe sama dia” ucap Jasmine menunjuk ke Juno yang tersenyum manis kepadanya.
“Iya, gara-gara gue nggak pernah perhatian sama dia jadinya dia ngambek dan balik ke Indonesia. Dia juga ngancem bakal balikan lagi sama mantannya” jelas Juno.
“So, Angel, loe mau kan nerima maaf gue dan balik lagi sama Mike” pinta Jasmine.
Angel masih shock dan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dan dia lihat. Dia melihat ke arah Mike, cowok itu juga sedang menatapnya untuk meminta jawaban. Angel menatp ke dalam matanya dan melihat ada kejujuran disana. Angel pun mengangguk.
Mike begitu bahagia dan langsung memeluk Angel di hadapan Jasmine dan Juno yang menyambut gembira bersatunya Mike dan Angel.


Esoknya di sekolah, semua sahabat-sahabat mereka menyambut gembira kembalinya Mike dan Angel. Ketika jam istirahat, seseorang mengendap-endap ke kelas yang kosong. Di tangan kanannya dia membawa plastik yang berisi kodok.
Orang itu menghampiri salah satu bangku dan mengambil salah satu tas yang ada di bangku itu. Dia bermaksud memasukkan kodok itu ke dalam tas tersebut. Namun saat ia membuka tas tersebut, dia menemukan sebuah kalung yang berbandul kunci disana. Penasaran, orang itu pun mengambilnya dan segera meletakkan kodok itu disana.
Bel selesai istirahat pun berbunyi. Semua siswa segera masuk ke dalam kelasnya masing-masing, begitu pula Yuki Cs. Bu Amanda juga baru saja masuk ke kelas mereka.
“Keluarkan buku kalian dan kumpulkan tugas yang kemarin Ibu berikan” perintah Bu Amanda.
Semua siswa segera mengeluarkan buku tugasnya dan mengumpulkannya ke depan kelas. Saat Stef membuka tasnya, betapa trekejutnya cowok itu melihat seekor kodok ada disana, spontan dia melemparkan tasnya sehingga kodok itu keluar dan membuat seisi kelas gaduh.
“Kyaaaaa…aaa kodooookk….” teriak Karina nyaring begitu pula sisswi yang lain. Mereka pada naik ke atas meja dan kursi karena kodok itu melompat-lompat.
Disaat seisi kelas diributkan oleh seekor kodok, seeorang tertawa melihat kejadian itu dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Yuki. Stef melihat ke arah Yuki yang tertawa, dia curiga kalau cewek itu yang memasukkan kodok itu ke dalam tasnya. Alhasil, Stef pun dihukum oleh Bu Amanda lari keliling lapangan 10 kali.

Saat pulang sekolah, Yuki terkejut karena ban mobilnya kempes semua. Yuki sebal apalagi cuaca hari itu mendung dan sangat gelap. Karena teman-temannya udah pada pulang, akhirnya dia memutuskan menunggu taksi di halte depan sekolah.
Lama Yuki menunggu tapi sama sekali tak ada taksi yang lewat sedangkan gerimis sudah mulai turun. Gadis itu sabar menunggu sendiri disana. Hujan semakin deras dan udara semakin dingin. Saat itulah ada seseorang yang menyodorkan payung untuk Yuki.
Yuki menoleh hendak mengucapkan terima kasih tapi urung saat melihat siapa yang menyodorkan payung itu.
“Loe ngapain disini?” tanya Yuki ketus.
“Gue cuma mau ngasih payung buat loe” jawabnya.
“Pasti loe kan yang ngerjain gue dengan kempesin ban mobil gue” tuduh Yuki.
“Kalo iya kenapa. Loe juga kan yang sengaja naruh kodok itu di tas gue” ucap orang itu yang ternyata Stef.
Yuki melotot ke arah Stef, “Enak aja loe nuduh gue” elak Yuki.
“Udah deh nggak usah mengelak lagi. Gue punya saksi kok yang liat loe naruh kodok itu di tas gue” ucap Stef.
“Siapa emangnya?” tanya Yuki
“Nakula sama Aldo” jawab Stef.
“Mereka bo’ong kali” elak Yuki.
“Terserah loe kalo nggak mau ngaku” ucap Stef.
Tiba-tiba ada petir yang menyambar dan guntur yang begitu keras sehingga membuat Yuki kaget dan tanpa sadar dia memeluk Stef saking takutnya.
Cukup lama mereka dalam pose seperti itu karena petir dan guntur saling bersahut-sahutan. Begitu tersadar, Yuki segera melepaskan pelukannya. Yuki berdiri membelakangi Stef berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu dan jantungnya berdebar-debar. Stef yang berdiri di belakang Yuki, tersenyum simpul mengingat kejadian barusan.

*********************************************************
 bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar