Sabtu, 22 Oktober 2011

TRUE LOVE IS NEVER DIE 16

Percepatan cerita……………

Vita, Yuki, Angel, Karina dan Bella serta Fathir, Stef, Mike dan Cukem sampai juga di villa keluarga Vita. Mereka segera membagi kamar masing-masing. Untuk para cewek, Karina sekamar sama Bella sedangkan Yuki dan Angel sekamar sama Vita. Untuk para cowok, Cukem sekamar sama Stef sedangkan Fathir sekamar sama Mike.
Mereka semua terlihat begitu senang kecuali Yuki yang masih terus membisu. Namun, justru karena alas an itulah mereka mengadakan liburan ini untuk membuat sahabat mereka tersenyum kembali.
“Ki, baju loe mau ditaruh dimana?” tanya Vita yang sedang membereskan barang bawaannya, begitu pula Angel yang ada disampingnya.
Yuki tak menjawab, hanya menatap kosong ke arah jendela yang memberikan pemandangan indah di luar sana.
“Vit, kayaknya kita harus bikin sesuatu deh biar Yuki nggak terus-terusan sedih gitu” bisik Angel pada Vita.
“Iya loe bener, Ngel. Tujuan kita datang kesini kan emang bikin supaya princess sakura kita tersenyum lagi” ucap Vita pa da Angel sambil berbisik pula.
“Kalo gitu nanti malam kkita harus bikin surprise buat princess kita” usul Angel.
“Siiiiippp….nanti biar gue yang atur semuanya” ucap Vita.


Malamnya semua penghuni villa sudah berkumpul di taman belakang untuk acara api unggun yang segaja disiapkan mereka semua untuk menghibur sahabat mereka, Yuki. Rencananya mereka juga akan mengadakan acara menyanyi yang merupakan hobby Yuki.
“Semuanya udah kumpul?” tanya Vita.
Angel menghitung semua yang hadir disitu, tapi ada yang aneh, “Kok kurang satu ya?” tanya Angel bingung.
Karina dan Bella juga ikutan menghitung ulang.
“Iya kok ada yang kurang” ucap Karina.
“Siapa yang belum hadir ya?” tanya Bella.
Mereka semua saling berpandangan sejenak lalu kemudian tiba-tiba serempak berteriak bersamaan.
“YUKIIII” teriak para cewek bersamaan bikin para cowok menutup telinga mereka.
“Ya ampun…kok kita bisa lupa sama my princess sih” seru Karina.
“Ayo kita susul Yuki sekarang” ajak Vita hendak berdiri, namun tiba-tiba ada seseorang yang datang. Membuat semua yang ada di taman terkejut.
“Hai semua…selamat malam” sapa orang itu sambil tersenyum centil pada semua yang ada disana.
“Hai jugaaaa” shut Cukem terpesona.
Lalu tiba-tiba cewek itu menghampiri Mike dan merangkul lengannya, bikin Angel pasang tampang cemberut.
“Mike…kok loe nggak bilang sih kalo mau liburan kesini” ucap cewek itu dengan gaya sok kebule-bulean.
“Jasmine, lepasin gue. Loe nggak lihat disini banyak temen-temen gue” ucap Mike seraya melepaskan diri dari pelukan Jasmine. Mike lalu menatap ke arah Angel, tapi sayang cewek itu membuang mukanya.
“siapa tuh, Mike, kok gak dikenalin sih ma kita?” tanya Cukem mupeng, tapi kaki mereka langsung diinjak sama Stef.
“Oiya guys, ini jasmine. Dan Jasmine, ini sahabat-sahabat gue” ujar Mike memperkenalkan mereka semua.
Jasmine tersenyum lalu menyalami mereka semua tanpa terkecuali Angel. Tapi begitu selesai bersalaman, Angel pamit menjemput Yuki di kamarnya.
“Sorry guys, gue panggil Yuki dulu” ucap Angel lalu pergi begitu saja.
Mike hanya bisa menatap kepergian Angel dan bingung harus melakukan apa setelah kedatangan Jasmine yang tiba-tiba. Kini Jasmine malah asyik-asyikan ngobrol sama Cukem yang tebar pesona.
“Loe sengaja ngajak Jasmine kesini?” tanya Fathir.
“Gue sama sekali nggak tau kenapa dia bisa ada disini. Gue nggak pernah ngajakin dia kesini, apalagi ada Angel disini” jawab Mike sambil berbisik.
“Gue nggak yakin apa Angel masih bisa maafin loe kalo kayak gini ceritanya” ucap Fathir
“Gue juga bingung, Thir. Padahal liburan kali ini, gue pengen baikan lagi sama Angel dan ngajak dia balikan, tapi kalo kayak gini bisa-bisa rencana gue ‘gatot’ alias gagal total” keluh Mike.
“Loe yang sabar, Bro” ucap Fathir seraya menepuk pundak Mike untuk member semangat.
Benar saja, ternyata Angel yang masuk ke dalam rumah menyusul Yuki, uring-uringan, “Mike nyebelin banget sih. Pake acara ngajakin si Bule Wannabe itu kesini. Apa dia mau pamer kalo udah balik lagi sama dia setelah putus dari gue” omel Angel.




Yuki duduk sendirian di taman, tempat ia biasa menunggu Esa.
“Esa mana sih kok belum datang juga” keluh Yuki.
Tiba-tiba seseorang menutup mata Yuki dari belakang dengan kedua tangannya yang begitu dingin.
“Esa….udah deh, nggak lucu ah” seru Yuki seraya membuka kedua tangan yang dingin bagai e situ.
Sosok itu ada disana dengan baju serba putih dan wajahnya begitu pucat. Namun tetap tersenyum lembut pada Yuki.
“Kamu kemana aja sih, Sayang. Aku udah nungguin kamu lama banget tau nggak sih” ucap Yuki sambil pasang tampang cemberut.
“Maafin aku ya, Sayang” ucap sosok itu seraya memegang ppi Yuki. Lagi-lagi Yuki merasakan sensasi dingin itu.
“Tangan kamu dingin banget, Sayang. Apa kamu kedinginan ya?” tanya Yuki cemas.
Sosok itu menggeleng perlahan, “My princess sakura ku, maafkan aku jika aku tak bisa lagi berada disisimu. Kita udah berbeda, kamu dan aku udah terpisah ruang dan waktu” ucap sosok itu.
“Kamu itu gngomong apa sih. Kamu kan udah janji nggak akan pernah pergi dari aku lagi. Karena kamu udah ada disini, aku nggak akan biarin kamu pergi dari aku” ujar Yuki seraya memeluk sosok itu.
Sosok itu melepaskan pelukan Yuki, lalu berkata pada gadis itu samba;l menatap ke dalam matanya yang bening.
“Aku akan tetap pergi meskipun kamu menahanku. Dan sebelum aku pergi, aku ingin kamu janji satu hal sama aku. Aku ingin kamu tetap melanjutkan hidupmu, jalani semua mimpi kamu meskipun tanpa aku disamping kamu. Kebahagiaan kamu akan damaikan jiwaku” ucap sosok itu.
Setelah itu, perlahan sosok itu menjauh dan menghilang dari pandangan Yuki. Gadis itu hendak mengejarnya namun tubuhnya terasa kaku dan tak bisa digerakkan, jadi dia hanya bisa berteriak memanggil-manggil sosok itu.

“Esaaa…jangan pergi….janngan tinggalin aku…..” teriak Yuki.
Lalu tiba-tiba Yuki merasa ada yang menggoyang-goyangkan tubuhnya hingga akhirnya gadis itu tersadar dari mimpinya yang terasa begitu nyata.
“Yuki, loe kenapa. Loe abis mimpi ya?” tanya Angel khawatir melihat kondisi sahabatnya itu, nafasnya begitu tak beraturan dan keringat membanjiri tubuhnya.
“Esa, Ngel, dia pergi ninggalin gue dan nggak bakal kembali lagi” isak Yuki seraya memeluk Angel. Itulah pertama kalinya Yuki kembali buka suara semenjak kepergian Esa.
“Sabar ya, Ki, loe harus bisa nerima kenyataan” ucap Angel sambil membelai lembut rambut Yuki.
“Gue cuma masih nggak bisa percaya Ngel, kenapa begitu cepat dia pergi ninggalin gue. Gue sayang banget sama dia” ucap Yuki sedih.
“Yuki, Sayang, kita nggak akan pernah tau kapan ajal akan menjemput kita, cepat atau lambat kita semua juga pasti akan kembali pada Yang Maha Kuasa, jadi kita nggak boleh menyesali apa yang udah jadi kehendaknya. Kita harus bisa mengikhlaskan kepergiannya agar orang itu bisa tenang di sisi Tuhan” ucap Angel mencoba menasehati Yuki.
Yuki melepaskan pelukannya ke Angel dan menatap sahabatnya itu dalam-dalam.
“Jadi, gue harus relain Esa untuk pergi selamanya?” tanya Yuki.
Angel mengangguk, “Ya Sayang, gue yakin loe pasti bisa lewatin ini semua karena Tuhan nggak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan umatNya. Loe juga nggak mau kan Esa jadi nggak tenang disana karena ngeliat loe sedih terus” ucap Angel.
Yuki terlihat berpikir sejenak lalu mengangguk,”Loe bener, Ngel. Gue akan coba mengikhlaskan kepergian Esa. Gue pengen dia tenang disana. Tapi lloe harus bantuin gue yah” ucap Yuki sambil tersenyum kecil.
“Loe tenang aja, gue dan sahabat-sahabat loe yang lain pasti akan selalu bantuin loe, jadi loe nggak akan pernah sendirian” ucap Angel seraya membalas senyum Yuki.
Angel lalu mengajak Yuki turun ke bawah, bergabung bersama sahabat-sahabatnya yang lain. Meskipun sebenarnya Angel enggan untuk kembali, tapi demi Yuki dia melepaskan egonya dan kembali kesana.


Di waktu yang bersamaan, suasana di taman terasa sedikit menegang sejak kedatangan Jasmine, terutama para cewek yang sinis banget ngeliatin Jasmine yang deket-deket sama Mike.
“Sok kecentilan banget sih tuh cewek” ucap Vita pada Karina dan Bella.
“Hu-uh….emang dasar jelangkung tuh cewek” sahut Bella.
“Hah?! Maksudnya apaan, Bel?” tanya Karina lola alias loading lambat.
“Datang tak diundang, pulang tak diantar” jawab Bella.
“Owh….bener banget kata loe, Bel. Pengen banget rasanya gue jambak tuh rambutnya trus gue lempar ke sarang dinosaurus biar dicincang jadi seratus bagian” ujar Karina.
“Sadis amat loe, Kar” ucap Vita.
“Biarin….kan dia udah bikin Angel putus sama Mike” ucap Karina diikuti anggukan Bella.
“Oke guys, darpada kita semua bengong nungguin Yuki sama Angel, gimana kalo kita mulai aja acaranya” ucap father mencoba mencairkan suasana malam yang dingin dan tegang.
Dia melihat ke semua teman-temannya, Vita dan KarBel kelihatan sebel banget sama kedekatan Jasmine dan Mike, cukem lagi asyik tebar pesoa sama Jasmine, Mike udah jelas gak bisa diganggu soalnya ada Jasmine sedangkan Stef lagi duduk diem tanpa ekspresi. Semuanya bikin Fathir stress tingkat akut.
“Woiii….bisa nggak sih kita mulai acaranya” teriak Fathir sontak bikin semuanya terpekur memandangnya.
“Oke, siapa yang mau mulai duluan, Stef, loe mau?” tanya Fathir.
Stef yang melamun terkejut karena namanya dipanggil Fathir, tapi dia setuju aja ketika Fathir memberinya gitar. Lalu dia pun mulai bernyanyi.



Kumohon Berilah Aku Jalan
Untuk Ku Pergi Dari Sisi Dunia
Yang Gelap Tanpamu Kini
Saat Kau Pergi Dari Sisiku
Ku Hanyut Dalam Angin Mimpimu
Saat Kau Pergi Hilanglah Semua
Bahagia Ku Melayang
Mengilang Bersama Bintang-Bintang
Malam Ini Ku Mengharapmu
Ku Slalu Rindukan Tuk Bersamamu
[Reff]
Oh Cinta… Kau Mutiara Yang Kucari
Semua Yang Tlah Ada Di Diriku
Tlah Hilang Bersamamu
Datanglah Cepatlah Hadir Disisiku
Jiwaku Tlah Hilang Bersamamu
Peluk Erat Diriku
Ow…Oh… Uh…
Bayangmu Hadir Dalam Mimpiku
Inginku Peluk Erat Disisiku
Sesaat Ku Terbangun
Dan Bayangmu Lenyap Dariku
Malam Ini Ku Menunggumu
Ku Slalu Rindukan Tuk Bersamamu
Back To Reff
(Soulmate – Romance)


Tepat di pertengahan lagu itu Yuki dan Angel baru saja datang. Mereka mengambil tempat diantara para cewek. Lagu itu benar-benar merasuk di hati Yuki, tapi gadis itu berusaha keras menahan agar air matanya tak jatuh lagi.
“Keren banget lagu loe, Stef. Bikin gue merinding dengernya” ujar Fathir ketika Stef selesai bernyanyi. Stef hanya menanggapinya dengan senyuman.
“Loe dapet inspirasi dari mana, Stef?” tanya Mike.
“Dari seseorang” jawab Stef, tanpa mereka sadari Stef menatap ke arah Yuki yang menunduk.
“Cieeeee….siapa tuh” seru Aldo, cukem.
“Cewek loe ya, Bro” sahut Nakula.
Stef tak menjawab, dia kembali ke tempat duduknya semula.
“Oke temen-temen semuanya, berhubung Yuki udah datang, gue sama Fathir mau persembahin lagu buat sahabat kita tercinta” seru Vita lalu mengajak Fathir berdiri bersamanya, menyanyikan sebuah lagu untuk sahabatnya.



silih berganti hari demi hari
bergulir tanpa berhenti
dan tak pernah mungkin kembali
\
satu yang pasti
kasih yang terberi
kan setia bagai mentari
tak lelah sinari damaikan hati
reff:
semua yang datang kan pergi
sisakan lembaran memori
tetapi kasihnya tetap tinggal di sini
satu persatu yang kita cintai
takkan selamanya di sini (tak akan selamanya)
selalu mendampingi di hidup ini
repeat reff
tak ada yang kekal abadi
hanyalah cinta yang sejati
karena kasihnya tak pernah mati
(Mikha Tambayong feat. Harvey Malaiholo - Satu Yang Pasti)


Yuki tersenyum mendengar nyanyian sahabat-sahabatnya. Dia mulai kembali ceria lagi meskipun belum sepenuhnya tapi Yuki bahagia memiliki sahabat-sahabat seperti mereka semua. Disaat semua orang menikmati suasana yang menggembirakan malam itu, Stef terus memperhatikan Yuki. Melihat senyum gadis itu, Stef merasakan sesuatu yang telah lama hilang dari hatinya kembali menyeruak mengisi hatinya. Ia teringat pada seseorang yang pernah mengisi hatinya 2 tahun lalu.

*********************************************************
bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar