Sabtu, 22 Oktober 2011

TRUE LOVE IS NEVER DIE 13

Angel merenung sendirian di beranda rumahnya. Hatinya kembali terasa kosong dan sakit, sama seperti 2 tahun yang lalu, saat orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Kini satu-satunya orang yang mengisi hatinya juga sudah pergi. Angel menangis meratapi nasibnya sendiri.
“Ya Tuhan, kenapa harus seberat ini cobaan yang Engkau berikan” ucap Angel lirih.
Angel melihat foto-foto kenangannya bersama kedua orang tuanya dan juga Mike. Angel membuka satu persatu album foto itu dan mengingat kembali memorinya bersama mereka, orang-orang yang Angel cintai.
Sampa pada akhirnya dia melihat foto Mike yang sedang bermain piano dengan ekspresi sedih. Foto itu Angel ambil diam-diam tanpa sepengetahuan Mike, ketika cowok itu baru saja patah hati. Dan saat itu juga Angel mulai jatuh cinta pada sosok itu.

(Flashback)
Setahun yang lalu, saat Angel, Yuki, Vita dan Karina baru saja resmi masuk ke SMA 55.
“Aduuh….Angel kemana sih, bel udah mau bunyi tapi belum datang juga” keluh Vita sambil mondar-mandir gak jelas di depan pintu kelas.
“Tau tuh si Angel, kebiasaan deh. Aslinya udah dateng tapi ngilang gitu aja” sambung Yuki yang merapikan tas Angel yang tergeletak begitu saja di bangku.
“Sebenernya kemana sih Angel, kok selalu ngilang mulu. Tas nya ada tapi orangnya kagak ada?” tanya Karina.
Ketiga sahabatnya hanya geleng-geleng kepala tak mengerti. Mereka tau kalo Angel lagi ada masalah dengan keluarganya, jadi sahabat-sahabatnya itu khawatir kalo Angel frustasi dan bakal nekat melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri. Tapi yang dikhawatirkan selalu menghilang entah kemana.

Tanpa satu orang pun yang tau, Angel sebenarnya sudah berada di sekolah sejak pagi. Tapi dia malas ikut pelajaran jam pertama, jadinya dia mencari-cari ruangan kosong yang sekiranya tak dipakai pagi itu. Dan akhirnya dia memilih ruang pertunjukan musik.
Ruangan itu memang jarang digunakan setiap pagi, jadi Angel merasa aman dan yakin tak akan terganggu. Ruangan itu cukup luas. Di bagian depan, sebelah kiri ada piano dan alat-alat musik yang lain, sedangkan di sebelah kanan ada beberapa bangku yang disusun bertingkat untuk penonton.
Angel menuju salah satu tempat duduk yang berada di bagian teratas alias paling belakang. Angel membaringkan tubuhnya disana dan istirahat karena semalam dia sama sekali tak tidur. Orangtuanya selalu saja bertengkar, sehingga membuat Angel sering terganggu tidurnya bahkan batinnya.
Baru saja Angel terlelap, tiba-tiba seseorang memasuki ruangan itu lallu menuju tempat piano. Orang itu lalu memainkan tuts-tuts piano dengan indah, membuat hati terasa damai. Angel terbangun dari tidurnya dan melihat siapa yang memainkannya. Mata Angel hampir tak berkedip saat melihatnya. Cowok itu begitu tampan namun wajahnya terlihat sedih. Tanpa sadar Angel sudah memotretnya dengan kamera HP tanpa diketahui cowok yang bermain piano itu.
“Bukannya nih cowok temen sekelas gue, ya. Namanya kalo gak salah Mike” batin Angel sambil mengingat-ingat.
Sejak saat itulah Angel mulai jatuh cinta pada Mike dan berusaha mendekati cowok itu. Angel tau kalo cowok itu baru saja patah hati dan Angel mati-matian membuat cowok itu tersenyum kembali. Segala cara Angel lakukan, dia terlalu percaya diri kalo Mike pasti bisa tersenyum kembali dan menerima cintanya, dan itu terbukti.



Tapi itu semua sudah menjadi kenangan. Semua kebahagiaan Angel hancur begitu saja karena kebohongan Mike. Andai saja Mike jujur padanya dari awal dan tak menutup-nutupi pertemuannya dengan Jasmine, mungkin Angel masih bisa terima. Angel memang suka cemburuan karena terlalu sayang pada Mike dan tak ingin kehilangan cowok itu seperti kedua orangtuanya yang telah berpisah. Namun Angel paling benci dibohongi.
Beberapa hari yang lalu dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Mike jalan dengan cewek lain di mall dan Mike terlihat bahagia. Angel baru tau kalo ternyata cewek itu adalah Jasmine. Dan hari berikutnya dia kembali memergoki mereka berdua di sebuah kafe. Disana dia melihat Mike memeluk Jasmine. Hati Angel benar-benar sakit melihatnya.
“Andai aku bisa memutar kembali waktu. Aku ingin meminta pada Tuhan agar aku bisa selalu bersama denganmu, Mike. Dimana hanya ada kita berdua tanpa ada orang lain diantara kita. I love you, Mikey” ucap Mike lirih dan air mata mengalir dari sela-sela matanya.
Disaat yang bersamaan, di depan rumah Angel, seseorang dengan tangan yang diperban, menatap ke dalam rumah Angel.
“I love you my Angel” ucap orang itu lirih.



Yuki buru-buru pergi ke taman seperti yang tertera di SMS yang ia terima, namun tak ada siapa-siapa disana. Yuki memilih menunggu sambil duduk di bangku taman. Lalu tak lama kemudian, seseorang datang menghampiri Yuki. Yuki tersenyum lalu berlari memeluknya.
“Esaaaa…..aku kangen banget sama kamu” ucap Yuki sambil memeluk kekasihnya yang menghilang berhari-hari.
“Maafin aku ya princess ku sayang” ucap Esa membelai rambut Yuki yang ada di pelukannya.
Selang beberapa menit kemudian, mereka berdua saling melepaskan pelukannya.
“Kamu kemana aja sih, Sayang?” tanya Yuki.
“Aku sedang ada urusan, Syang. Maafin aku ya udah lama nggak kasih kamu kabar” jawab Esa.
Mereka saling pandang tanpa bicara. Esa menatap Yuki lembut begitu pula Yuki. Yuki merasa ada yang berbeda dari Esa, kekasihnya.
“Sayang, kamu sakit ya, badan kamu kok kurusan sih sekarang. Wajah kamu juga pucat banget” ucap Yuki setelah beberapa saat memperhatikan kekasihnya.
Esa tersenyum, “Nggak pa-pa kok, Yuki saying. Mungkin karena kelelahan aja dan sering telat makan” ujar Esa.
“Makanya kamu itu jangan suka telat makan dan istirahat yang teratur” nasehat Yuki.
“Pasti, Sayang. Aku akan selalu ingat semua pesan kamu” sahut Esa.
Lama mereka saling terdiam. Tanpa mereka sadari, seseorang melihat mereka berdua dari kejauhan. Mengawasi gerak-gerik Yuki dan Esa.
“Sayang, besok pulang sekolah kamu datang  ya ke studio biasa aku latihan” ucap Esa.
“Tumben kamu ngajakin aku kesana, biasanya kalo aku mau ikut kamu nggak ngebolehin” tanya Yuki heran.
“Pokoknya besok aku tunggu disana, ya” pinta Esa.
“Okey deh, sayang” ucap Yuki sambil memeluk Esa.
Di pelukan Yuki, ekspresi Esa seolah menahan sesuatu tapi ketika Yuki melepaskannya, Esa mencoba untuk tersenyum.
“Ya udah, sekarang udah malam. Kamu pulang ya, Sayang. Besok aku tunggu kamu di studio” ucap Esa lalu mengecup kening Yuki lembut.
“Bye, Sayang. Love you” ucap Yuki sebelum akhirnya pergi meninggalkan Esa yang masih duduk disana.
Begitu Yuki sudah tak terlihat lagi, seseorang yang sedari tadi mengamati mereka berdua menghampiri Esa yang terlihat semakin pucat dan memegangi dadanya.
“Loe terlalu memaksakan diri, Sa” ucap orang itu.
“Gue tau, tapi gue nggak mau bikin Yuki terus menunggu” ucap Esa.
“Sekarang udah saatnya loe kembali sebelum semuanya menjadi sia-sia” ucap orang itu.
Esa mengangguk lalu berdiri dan berjalan bersama orang itu.

*********************************************************
bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar