Sabtu, 22 Oktober 2011

TRUE LOVE IS NEVER DIE 2

          Yuki dan Vita pun akhirnya suit dan yang menang Yuki. Vita pun akhirnya peri menyusul Angel dan Karina yang membeli minuman tak jauh dari tempat mereka berdiri.
          Siang itu panas matahari benar-benar menyengat dan seolah tak punya keprihatinan sedikitpun pada makhluk hidup di bumi. Yuki yang berdiri di pinggir jalan menunngu jemputan dan juga teman-temannya merasa gerah karena kepanasan, apalagi orang- orang yang daritadi lalu lalang di jalan pada nggak tau diri banget. Udah tau panas-panas banyak debu di jalanan eh malah makin kenceng aja kendaraan-kendaraan pada jalan. Jadilah berkali-kali Yuki kelilipan.
           Dengan segera Yuki mengambil kacamata dari dalam tas lalu memakainya. Sambil menunggu Vita, Angel, dan karina dating, Yuki memainkan rambutnya yang baru saja dibuat agak keriting. Ia merapikan poni serta menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya yang mungil.
           “Mereka beli minuman dimana sih lama banget, jangan-jangan Angel dan Karina berantem lagi di jalan” keluh Yuki sambil sesekali melihat jam tangannya.
            Ketika bosan menunggu sahabat-sahabatnya yang nggak balik-balik juga beli minuman di Arab atau di Libya itu tiba-tiba terbesit ide konyol Yuki. gadis itu mengeluarkan HP dari dalam tasnya, lalu iseng-iseng dia memotret dirinya sendiri dengan berbagai pose seolah hanya ada dirinya disitu tanpa memperhatikan pandangan orang-orang. Dia sok cuek bebek banget.
           “Peduli amat deh orang-orang ngeliatin gue dan bilang gue narsis. Syirik aja kalo mereka protes, bukannya syirik tanda tak mampu” ucap Yuki dalam hati.
            Benar juga yang dikatakan yuki, syirik tanda tak mampu tuh kan kata guru agama…..hehehe :-p
            Tanpa Yuki sadari, rupanya ada seseorang yang memperhatikan tingkah polanya sedari tadi.

            Di tempat yang tak jauh dari Yuki berdiri, seseorang baru saja menghentikan motor ninja nya di depan kios majalah yang berada tepat diseberang salon tempat Yuki berdiri sekarang.
           “Mas, majalah otomotif yang baru ada nggak?” tanya pengendara motor itu tanpa membuka helmnya.
           “Ada, tunggu sebentar” jawab penjual yang kemudian mencari-cari di tumpukan majalah dan Koran jualannya.
           Si pengendara motor itu pun sabar menunggu si penjual mencari sambil memperhatikan sekelilingnya sampai akhirnya matanya terpaku menatap seseorang yang berdiri tepat di seberang jalan dengan gaya centilnya asyik memotret dirinya sendiri seolah tak perduli dengan pandangan orang disekitarnya. Mungkin karena gadis itu memakai kacamata jadi pengendara motor itu tak seberapa jelas melihat wajah gadis di seberang jalan itu.
          “Cewek yang aneh…….tapi lucu juga” gumamnya pelan seraya menyunggingkan senyuman di balik helmnya.
          “Ini majalahnya, Mas” ucap penjual tiba-tiba mengagetkan si pengendara motor.
          “Oh iya…ini uangnya” seraya menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan.
          Penjual itu pun kembali masuk ke dalam kiosnya mengambil kembalian, sambil menunggu, si pengendara motor kembali melihat ke seberang jalan. Rupanya gadis itu sekarang tak sendiri tapi ada 3 gadis lain yang bersamanya sekarang.
          Pengendara motor itu menyipitkan matanya membaca tulisan yang ada di kaos gadis yang dia lihat tadi ‘I’AM VERY BEAUTIFUL’., dan tersenyum lagi di balik helmnya, “Narsis juga tuh cewek” gumamnya.
         Tak lama setelah itu si penjual datang dan memberikan uang kembalian untuk pengendara motor itu. Dan dia pun pergi.

         Di tempat Yuki menunggu, akhirnya sahabat-sahabatnya itu datang juga tepat disaat jemputan mereka datang juga.
         “Kalian lama banget sih beli minumannya, emangnya kalian abis ikut partisipasi dulu dalam perang Libya?” tanya Yuki
          “Loe tau nggak sih, Ki, kalo aja gue telat dateng sedetik udah bisa dipastiin bakal ada perang beneran yang lebih heboh dari perang Libya kayak perangnya JuPe ma DePe tuh” jawab Vita.
           “Oh ya, emangnya ngapain nih mereka berdua?” tanyanya pada Vita sambil menunjuk ke arah Angel dan Karina.
          “Waktu gue samperin mereka, mereka berdua udah saling siap-siap mau lempar-lemparan. Mending deh kalo mereka lempar-lemparan batu gue biarin deh biar tau rasa, lha ini dagangan orang dibuat lempar-lemparan. Gimana gue gak teriak-teriak coba menghentikan tingkah mereka berdua, gue juga jadi gak enak ma yang jual” cerita Vita.
          Mendengar cerita Vita mau nggak mau Yuki jadi tertawa membayangkan kekonyolan Angel dan Karina. Sedangkan Angel dan Karina kelihatan keki diketawain Yuki.
         “Udah ah, yuk pulang” ajak Angel masih dengan tampang sewot.
         “Iya nih ayo pulang, panas disini” ucap Karina yang kali ini sependapat ma Angel.
          Mereka pun segera masuk ke dalam mobil Yuki yang dijemput sopirnya.


**********************************************************
bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar