Sabtu, 22 Oktober 2011

TRUE LOVE IS NEVER DIE 17

Pagi itu Yuki bangun pagi sekali. Dia melihat disampingnya Angel dan Vita masih tertidur pulas. Tak ingin mengganggu tidur sahabatnya, Yuki memilih untuk keluar dari kamar hendak jalan-jalan di sekitar villa untuk menghirup udara pagi. Ketika melewati ruang tamu, Yuki melihat Cukem sedang tertidur di sofa dengan pose yang cukup lucu. Aldo tertidur dengan kepala dibawah dan kaki diatas sofa sepertinya dalam mimpi dia terjatuh (hehehe), sedangkan Nakula tidur tengkurap sambil memeluk bantal dan salah satu kakinya menyentuh lantai.
Yuki tersenyum saat melewati mereka, sepertinya mereka berdua ketiduran disana setelah acara tadi malam. Yuki kemudian segera keluar dari rumah, berjalan-jalan di sekitar villa. Kebetulan di dekat villa keluarga Vita ada sebuah taman bunga yang menurut Vita dulunya di desain khusus sama Nyokapnya. Pemandangan yang indah dan udara yang begitu sejuk membuat Yuki sangat menikmatinya.
Yuki memilih duduk di sebuah bangku yang menghadap langsung ke arah taman. Dia memandangi pemandangan yang terhampar di depannya lalu menghirup udara dalam-dalam sambil menutup mata sambil memikirkan betapa sayangnya sahabat-sahabatnya itu pada dirinya. Yuki sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka, yang selalu ada disaat bahagia, susah dan sedih. Tiba-tiba seseorang datang dan mengejutkan Yuki.
“Sedang apa loe disini?” tanya orang itu.
Yuki yang terkejut langsung menoleh, “Oh elo Stef. Loe sendiri juga ngapain ada disini?” tanya Yuki balik.
Stef tanpa basa-basi langsung duduk di samping Yuki.
“Harusnya loe jawab dulu pertanyaan gue, bukannya balik nanya. Itu namanya nggak sopan” sela Stef bikin Yuki mengerutkan keningnya.
“Pagi-pagi udah bikin mood gue rusak aja loe” sahut Yuki.
Stef terdiam begitupula Yuki. Mereka saling membisu selama beberapa menit, sampai akhirnya Yuki memberanikan diri bertanya pada Stef.
“Boleh gue tanya sesuatu sama loe Stef dan loe harus jawab dengan jujur” ucap Yuki.
“Apa?” tanya Stef.
“Sebenarnya gue udah tau kalo loe sepupunya Esa” ucap Yuki bikin Stef langsung tersentak dan menatap gadis disampingnya itu tapi Yuki terus memandang ke depan.
“Loe….tau dari mana?” tanya Stef.
“Gue denger semuanya waktu loe bicara sama Fathir” jawab Yuki.
Stef langsung terdiam, tak tau harus berkata apa. Rahasianya sudah diketahui oleh gadis itu dan dia tak bisa mengelak sekarang.
“Stef, gue cuma pengen tau yang sebenarnya dari loe, apa yang sebenarnya terjadi sama Esa?” tanya Yuki.
Stef tetap diam. Pandangan matanya menerawang jauh.
“Please, Stef, gue butuh penjelasan. Selama ini gue seperti orang bego, tolol dan nggak tau apa-apa tentang cowok gue sendiri. Dia tiba-tiba menghilang sampai akhirnya meninggal pun gue nggak tau apa-apa tentang dia” ucap Yuki miris.
“Maafin gue, Ki, jujur pertama gue kenal loe dan juga temen-temen loe, gue nggak tau kalo loe ceweknya Esa. Sampai akhirnya gue lihat loe hujan-hujanan di depan rumah Esa” ucap Stef.
“Trus kenapa loe nggak bilang apa-apa sama gue waktu itu, Stef?” tanya Yuki ingin penjelasan.
“Gue bingung harus cerita dari mana. waktu itu Esa dalam keadaan koma dan gue nggak yakin apakah gue harus cerita sama loe atau nggak karena kondisi loe labil” jelas Stef.
“Esa koma? Kenapa?” tanya Yuki kaget dengan apa yang barusan ia dengar.
Stef mengangguk, “Hari itu gue jemput dia di sekolah. Ketika berhenti di lampu merah tiba-tiba dia turun dan berlari ke sebuah toko pernak-pernik. Dia bilang mau beliin ceweknya hadiah spesial. Akhirnya gue nunggu dia di seberang jalan…” cerita Stef terhenti seolah tak berat menceritakan kejadian selanjutnya.
“Lalu apa yang terjadi?” tanya Yuki tak sabar.
“Dia kembali sambil membawa sebuah bingkisan. Sambil tersenyum bahagia dia menuju arah gue, entah dari mana datangnya tiba-tiba sebuah mobil melaju begitu cepat dan menabraknya. Dia terlempar beberapa meter dari tempat kejadian sambil terus menggenggam hadiah buat ceweknya” lanjut Stef.
Tanpa sadar air mata Yuki menetes, ia membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Dia benar-benar shock dan terkejut mendengar semua yang terjadi pada Esa.
“Sekarang loe udah tau semuanya. Kotak musik itu benar-benar hadiah terakhir dari Esa buat loe” ucap Stef membuat tangis Yuki semakin tak tertahan.
Stef merasakan apa yang dirasakan gadis itu, dia lalu merengkuh kepala gadis itu dan meletakkan didadanya.
“Maafin gue, Yuki……..” ucap Stef pelan.


Beberapa meter dari tempat Stef dan Yuki duduk, Fathir dan Vita tengah kebingungan mencari Yuki. Sebenarnya sesaat setelah Yuki keluar dari kamar, Vita terbangun dan tak melihat Yuki disampingnya. Vita panik karena takut jika terjadi apa-apa pada Yuki. Dia membangunkan seluruh penghuni villa untuk mencari Yuki disekitar villa.
“Aduh Fathir, gimana kalo terjadi sesuatu sama Yuki” ucap Vita khawatir.
“Tenang aja ya, Sayang, kita pasti bisa nemuin Yuki” ucap Fathir mencoba menenangkan kekasihnya.
Tak berapa lama Fathir melihat Stef dan Yuki sedang duduk di sekitar taman.
“Itu Yuki, sayang, dia lagi sama Stef. Tapi sepertinya Yuki lagi nangis tuh, sayang” seru Fathir.
“Ya udah ayo kita samperin merelka Fathir” ajak Vita hendak melangkah menuju Yuki dan Stef, namun tangan Fathir menahan langkahnya.
“Jangan Syang, kita jangan ganggu mereka dulu. Sepertinya Yuki udah tau semuanya” ucap Fathir.
“Tau apa maksud kamu, Fathir?” tanya Vita tak mengerti.
“Nanti aku jelasin ke kamu dan teman-teman yang lain. Sebaiknya kita kembali aja ke villa, biar Yuki tetap bersama Stef disini” ucap Fathir segera mengajak Vita pergi.



Di villa,
“APAAAA…..????” teriak semua penghuni villa kecuali Fathir.
“Jadi, Stef itu sepupunya Esa?” tanya Mike.
Fathir mengangguk mantap.
“Berarti selama ini Stef udah ngebohongin kita dong?” tanya Angel.
“Gue pikir nggak juga, pasti Stef punya alas an kenapa dia nggak pernah cerita ke kita” ucap Fathir bijak.
“Ya ampuuun…OMG…..gue nggak nyangka. Pasti my princess sedih banget deh. Semua gara-gara Stef” seru Karina khawatir.
“Karina gak usah lebay deh…..seperti yang Fathir bilang, pasti Stef tuh punya alasan” sahut Aldo.
“Yo’i betul banget tuh. Selama kita kenal sama Stef, dia orangnya baik banget” lanjut Nakula.
“Ya iyalah kalian belain dia, kan kalian berdua sering ditraktirin sama dia” sahut Bella.
“Karina, Bella, Cukem, kalian tuh bisa tenang nggak sih” sela Vita.
“Tau nih, bikin masalah makin ribet aja. Yang penting sekarang itu kita pikirin gimana reaksi Yuki selanjutnya setelah tau semuanya” ucap Fathir.
Yang lain pun akhirnya mengangguk setuju.
Tak berapa lama kemudian Yuki dan Stef datang menyapa semua teman-temannya yang udah berkumpul untuk menanti reaksi Yuki.
Yuki terlihat ceria duduk diantara teman-temannya, berbeda dengan Stef yang terlihat tegang.
“Kalian udah bangun semua ternyata” ucap Yuki sambil tersenyum pada sahabt-sahabatnya.
“Princess loe nggak pa-pa kan?” tanya Karina.
Yuki mengerutkan kening, semua mata memandang ke arahnya.
“Gue nggak pa-pa kok Karina. Ada apa sih kok kalian semua ngeliatin gue kayak gitu?” tanya Yuki heran.
“Kita udah tau semuanya dari Fathir kalo sebenarnya Stef itu sepupu Esa. Dan loe pasti juga udah tau kan tentang hal ini” ucap Angel.
Yuki terdiam sejenak tapi kemudian tersenyum kembali.
“Iya gue udah tau semuanya, dan Stef juga udah certain semuanya ke gue” ucap Yuki.
“Trus loe…..?” tanya Bella hendak menanyakan respon Yuki tapi tak mampu meneruskan kalimatnya.
“Gue nggak pa-pa. gue baik-baik aja setelah tau yang sebenarnya terjadi. Gue udah sedikit lega setelah tau sebenarnya” ucap Yuki sambil tersenyum meyakinkan sahabat-sahabatnya bahwa dirinya tak serapuh dulu.
“Syukur deh kalo gitu” ucap Vita.
Akhirnya mereka semua pun tertawa bersama. Yuki sudah bisa tersenyum lepas seperti dulu lagi karena bebannya sedikit terangkat dari pundaknya berkat bantuan sahabat-sahabatnya.


Siangnya mereka berjalan-jalan di sungai yang tak jauh dari villa. Sungai itu airnya begitu jernih dan juga pemandangannya sangat indah. Semuanya tak henti-henti mengagumi keindahan alam ciptaan Yang Maha Kuasa.
“Disini sejuk banget yah, airnya jernih nggak seperti air di kota” seru Karina.
“Yai iyalah miss ngingnging ku sayang….kalo disini masih bebas polusi. Nah, di kota polusi udah dimana-mana, sampah-sampah numpuk di sungai, jalan-jalan beraspal dan banyak  gedung pencakar langit, makanya Jakarta sering banjir.” sahut Nakula seraya merangkul pundak Karina.
“Tumben otak loe pinteran dikit, Cumi” seru Aldo.
“Ya iyalah….Nakula gitu loe. Emangnya elo, IQ dari SD nggak naik-naik” sahut Nakula mengundang tawa teman-temannya.
“Kita main di sungai yuk” ajak Yuki.
“Ayo….kebetulan arus sungainya nggak terlalu deras” setuju Vita.
Mereka semua segera turun ke sungai. Mereka bermain air disana kecuali Stef, Angel, Mike dan Jasmine, yang datang lagi ke villa setelah tadi malam dia kembali ke hotelnya.
Yuki menghampiri mereka semua.
“Ayo dong, guys….gabung yuk sama yang lain” ajak Yuki.
“Nggak usah deh, Ki, gue disini aja” tolak Angel halus.
“Ayoooo….kalo kalian nggak mau, gue sedih lagi nih” ancam Yuki seraya menari tangan Angel dan Stef. “Loe juga, Mike…Jasmine gabung yuk” ajak Yuki.
“Oke” jawab Mike.
“Gue nggak ikutan deh, nanti kulit gue rusak” tolak Jasmine.
Akhirnya Stef, Angel dan Mike pun bergabung bersama teman-teman yang lain bermain di sungai. Mereka saling menciprat-cipratkan air kemana-mana seperti perang air. Semua tertawa. Semua gembira. Yuki sudah bisa tertawa lepas, kembali menjadi Yuki yang selalu ceria dan membawa kebahagiaan untuk orang-orang disekitarnya.
Ditengah perang air, kaki Yuki terantuk batu sehingga membuatnya hampir saja terjatuh, namun untung saja ada Stef yang menopang tubuhnya karena secara kebetulan Sttef berada di belakang Yuki. Sejenak mereka saling beradu pandang.
“Ehem…ehem….cieeeeeee” sorak anak-anak.
Stef pun melepaskan pegangannya pada Yuki tanpa sadar sehingga gadis itu terjatuh dengan sempurna di air.
“Iiih….loe nggak ikhlas ya nolong gue. Msa’ nolong setengah-setengah” omel Yuki seraya berdiri.
“Salah loe sendiri nggak hati-hati kalo jalan” sahut Stef.
“Udah…..kok malah berantem sih. Udah bagus tadi ada tontonan gratis” sindir Mike.
Apaan sih loe, Vit, nggak lucu tau” ucap Yuki sambil cemberut dan berjalan menjauh dari Stef.
Semuanya tertawa melihat tingkah Yuki. Stef sendiri juga ikut tersenyum dalam hati, “Loe bener, Sa. Yuki emang cewek yang unik. Sebentar tertawa sebentar ngambek tapi lucu dan bikin semua orang bahagia” ucap Stef dalam hati dan memandangi Yuki.
Yuki sendiri kembali melanjutkan perang air dengan yang lainnya dan sesekali matanya memperhatikan Stef yang kerap kali terpergok memperhatikannya, namun setiap kali Yuki memergokinya, cowok itu segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.

*******************************************************
bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar