maaf ia baru lanjut.....
Liburan telah usai, Yuki Cs kembali ke sekolah alias rutinitas yang padat. Kini tim cheers harus segera mengejar waktu yang telah terbuang beberapa hari ini untuk mengejar target yaitu kompetisi cheerleaders tingkat nasional yang akan berlangsung 2 minggu lagi. Mereka berlatih setiap hari sepulang sekolah.
Selain tim cheers, tim basket juga disibukkan dengan latihan basket tiap hari untuk pertandingan basket SMA se-Jakarta di waktu yang bersamaan pula dengan tim cheers yakni 2 minggu lagi.
Di tempat latihan tim cheers, karena latihan setiap hari secara intensif dan melakukan gerakan-gerakan yang sulit membuat para anggota tim kelelahan. Apalagi mereka sudah lama tak berlatih sehingga membuat otot-otot terasa kaku serta stamina mereka berkurang.
“Ayooo….mana semangat kalian…masa baru segini aja kalian udah lemes!!!” seru Bu Rosa.
“Aduuuhh….Bu Rosa, kami capek nih Bu” sahut Karina yang terduduk lemas di lantai sambil memijit-mijit kakinya.
“Iya nih Bu Rosa, kan kita udah latihan tiap hari….istirahat sebentar ya Bu” pinta Bella.
“Kalian ini jangan malas-malasan. Kalian ingin menang atau nggak dalam kompetisi ini” ucap Bu Rosa.
“Tentu saja kami ingin menang, Bu, tapi kan kita juga perlu istirahat sejenak untuk mengembalikan stamina kita” sahut Angel.
“Yang di bilang sama Angel bener, Bu. Kita udah lama nggak pernah latihan makanya stamina kita berkurang. Kita perlu istirahat, Bu” ucap Yuki.
Bu Rosa terlihat menimbang-nimbang ucapan anak-anak didiknya itu, akhirnya beliau mengangguk dan memberikan waktu untuk mereka istirahat sejenak lalu meninggalkan mereka.
“Fiuuuuh…..lega gue Bu Rosa udah pergi. Badan gue rasanya remuk kayak abis digebukin orang se-RT” seru Karina begitu Bu Rosa meninggalkan ruangan.
“Sama, badan gue juga kayak digebukin orang se-RW” sahut Angel.
“Badan gue juga nih…..kayak digebukin orang se-Kelurahan. Ucap Yuki.
“Gue juga kayak digebukin orang se-Kecamatan” sambung Vita.
“Apalagi gue, udah kayak digebugin orang se-Provinsi” sambung Bella.
“Jadi….kalo digabungin nih berarti kita semua tuh abis digebukin orang se-INDONESIA….hahahaha” seru mereka semua bersamaan sambil tertawa.
“Eh..eh…guys, gue ada ide nih biar stamina kita kembali lagi kayak dulu” tiba-tiba Karina angkat bicara.
“Ide apaan Kar?” tanya Angel.
“Gimana kalo kita latihan bareng sama anak tim basket. Kan stamina anak tim basket tuh kuat banget” usul Karina.
“Gue setuju ma ide loe, Karina” sahut Bella langsung.
Yuki, Vita dan Angel terlihat sedang memikirkan usul Karina. Tak lama kemudian Vita mengangguk, disusul Yuki lalu Angel.
“Oke kita sepakat, nanti harus ada perwakilan dari kita yang ngomong ke Bu Rosa”ucap Vita.
“Gimana kalo Karina aja yang ngomong, kan loe, Karina yang punya ide” usul Yuki.
“Okey my hunny bunny sweety, serahin aja semuanya sama gue” ucap Karina mantap.
Tak berapa lama Bu Rosa datang dan Karina mengatakan semua ide-idenya serta beberapa alasan yang menguatkan sehingga akhirnya Bu Rosa pun setuju dan segera membicarakannya dengan Pak Oscar, pelatih tim basket.
Di lapangan basket, anak-anak tim basket sedang serius melatih lemparan three point mereka untuk menghadapi pertandingan. Tiba-tiba saja Cukem yang baru saja kembali dari toilet berlari-lari menghampiri mereka dengan nafas tersengal-sengal dan berteriak, “Good news….good news…” teriak mereka.
“Ada apaan sih, heboh banget?” tanya Stef dengan logat cueknya sambil terus melempar bola ke arah ring basket.
“Tau nih, ganggu konsentrasi aja. Ada apaan sih?” tanya Fathir.
“Halaaah…..Cukem kalian dengerin, paling-paling nggak jauh-jauh beritanya dari soal cewek” ucap Mike.
“Aaaaahh….sok tau loe, Mike. Tapi emang bener juga sih….hehehe” seru Cukem.
“Udah cepetan ngomongnya” pinta Stef
“Tadi waktu kita balik dari toilet, kita lewat ruang guru dan kita nggak sengaja denger Bu Rosa sama Pak Oscar lagi bahas masalah anak cheers bakal latihan bareng sama kita” cerita Aldo.
“Yupz…tul banget tuh” sahut Nakula mantap.
“Serius loe?” tanya Mike tak yakin.
“Sumpah deh” jawab Cukem kompak.
“Makin ribet aja nih latihan kita” sahut Stef.
“Tapi pasti seru nih bisa latihan sama anak-anak cheers” ucap father sambil senyum-senyum.
“Yee…..itu sih elo, kan disana ada Vita” seru Mike.
“Bukannya juga ada Angel, Mike, bisa loe manfaatin tuh buat baikan lagi sama Angel” ucap Nakula.
“Tumben otak loe encer, Cumi” sahut Aldo.
“Udah udah ayo lanjut lagi latihannya, keburu Pak Oscar datang nih” ucap stef mengakhiri obrolan mereka.
Hari itu pun tiba, ternyata apa yang dikatakan Cukem benar adanya. Anak cheers dan anak basket dikumpulkan hari itu bersama Pak Oscar dan Bu Rosa selaku peatih mereka.
“Selamat siang anak-anak” ucap pak Oscar penuh wibawa di depan anak didiknya.
“Siang, Pak” sahut mereka semua.
“Hari ini kita akan mengadakan latihan khusus, dikarenakan tim cheers sekolah kita membutuhkan bantuan dari kita, tim basket. Jadi, tolong untuk tim basket bantu tim cheers” ucap Pak Oscar.
“Pak, latihannya untuk hari ini aja atau seterusnya?” tanya Cukem.
“Latihan khusus ini hanya untuk hari ini saja karena untuk melatih kekuatan fisik anggota cheers” jawab Pak Oscar.
“Yaaaah…..” seru Cukem bersamaan.
“Sekarang kalian semua keliling lapangan 10 kali putaran” perintah Pak Oscar.
Mereka semua pun berlari sesuai dengan perintah Pak Oscar. Mereka berlari sambil beriring-iringan cowok-cewek. Sebelumnya, Bu Rosa sudah memasangkan mereka semua agar anak basket dapat membantu anak cheers.
Selesai berlari memutari lapangan basket, mereka diberi daftar latihan yang harus mereka lakukan karena Pak Oscar dan Bu Rosa ada rapat dengan kepala sekolah.
“Oke guys, sekarang kita harus lompat kodok dari ujung sana sampai kesini” ucap Mike yang membawa daftar latihan mereka.
“What?! Lompat kodok? Gue nggak salah denger nih?” tanya Yuki kaget.
“Heh cewek jelek, ini tuh untuk melatih kekuatan kaki kita” jawab Stef cuek.
“Siapa juga yang yang nanya elo” sahut Yuki kemudian pergi dari sisi Stef, pasangannya.
“Yaelah….kalian ini berantem mulu ga ada abisnya….ayo latihan” seru Fathir.
Saat lompat kodok, Stef yang paling cepat diantara yang lainnya. Yah memang Stef paling aktif diantara anggota tim basket yang lainnya, tapi bukan berarti yang lain lemah. Selisih waktu mereka hanya sedikit. Diantara anak cheers, Yuki dan Bella yang paling lambat. Kalo Bella sih karena memang kondisi fisiknya, kalo Yuki…..dia paling nggak suka disuruh lompat-lompat kayak kodok, makanya dia paling lama sehingga Stef memanggilnya Keong.
“Eh, Keong lama banget sih loe” seru Stef begitu Yuki baru saja selesai disusul Bella.
“Suka-suka gue dong, mau lama mau cepet terserah gue. Mau apa loe, kodok jelek” sahut Yuki.
“Kalo bukan gara-gara perintah Pak Oscar sama Bu Rosa, ogah gue dipasangin sama loe” ucap Stef.
“Apalagi gue, males banget” ujar Yuki.
“STOOOOPPP……” teriak Karina bikin semuanya nutup telinga tak terkecuali Yuki dan Stef.
“Karinaaaa…..ngapain sih pake teriak-teriak” seru Angel.
“Sorry, gue cuma pengen mereka berhenti berantem” ucap Karina.
“Yah tapi gak kayak gitu juga kali caranya, Karina” ucap Vita.
“Tau nih, cewek loe tuh Cumi” ucap Aldo pada Nakula.
“Emangnya kenapa cewek gue?” tanya Nakula lola (loading lambat).
“Ya ampun…tobat gue” ucap Fathir.
“Tobat kenapa, Thir?” tanya Mike.
“Tobat ngeliat dua pasangan yang aneh…..yang satu suka berantem yang lain ajaib banget” jawab Fathir.
“Gue sama dia bukan pasangan ya” seru Yuki.
“Siapa juga yang mau pasangan sama loe” sahut Stef.
Mereka berdua saling membelakangi dan kedua tangannya dilipat di depan dada.
“Enak aja ngatain kita pasangan aneh, iya ga Beibh” ucap Nakula sambil merangkul Karina, pasangannya.
“Iya nih Fathir…..enak aja kalo ngomong” seru Karina.
“Terserah kalian aja deh” ucap Fathir pasrah.
“Ya udah kita lanjutin aja latihannya daripada terus berantem” sela Mike.
Akhirnya latihan pun berlanjut. Dalam beberapa sesi latihan mereka tak banyak bicara sampai akhirnya ketika mereka latihan kayang, dimana para cewek akan mencoba untuk meletakkan tangannya ke belakang dan badan mereka ditahan oleh para cowok, tiba-tiba Karina berteriak kencang membuat semuanya kaget.
“Kyaaaaa……..aaaaa” teriak Karina.
Bruuukkkk…terdengar suara terjatuh. Rupanya gara-gara teriakan Karina membuat Stef kaget dan langsung melepaskan pegangannya sehingga Yuki pun terjatuh. Selain itu pasangan Angel dan Mike yang juga kaget tak separah pasangan Yuki-Stef. Angel juga hampir terjatuh, namun Mike dengan sigap mempererat pegangannya di tubuh Angel sehingga mereka membuat pose yang so sweet dan mereka saling bertatapan.
Pasangan Fathir-Vita berhasil menguasai diri, tapi beda dengan pasangan Aldo-Bella. Kasihan Aldo yang terjatuh dan ditindih oleh tubuh Bella yang besar.
Karina yang menyadari kesalahannya buru-buru minta maaf, “Sorry ya guys, tadi ada kecoak di kaki gue, jadinya gue teriak deh” ucap Karina sambil cengar-cengir.
“Kamu sih, Beibh teriaknya kenceng banget kayak kenek angkot aja” sahut Nakula bikin Karina keki dikatain gitu sama cowoknya sendiri.
Yuki baru saja berdiri dari posisinya yang terjatuh. Dia pun marah-marah mengira Stef sengaja melepaskan pegangannya sehingga dia terjatuh.
“Loe sengaja kan bikin gue jatuh” tuduh Yuki.
“Enak aja lo nuduh gue, salah sendiri siapa suruh bikin gue kaget” ucap Stef.
“Udahlah males gue latihan sama dia, gue nggak mau latihan lagi” seru Yuki mogok nggak mau meneruskna latihan.
“Jangan gitu dong, Ki, nanti kalo Bu Rosa tau gimana” ucap Bella yang juga udah berdiri dari atas tubuh Aldo yang kini sedang sesak nafas….hehe J
“Biarin. Masa’ bodo’ gue” sahut Yuki.
“Jangan ngambek dong, Ki, kan nggak enak sama Bu Rosa. kita yang minta latihan bareng ini malah kita yang mogok” nasehat Angel.
“Iya, Ki, sabar ya” ucap Vita berusaha membujuk Yuki.
“My princess, maafin gue. Gara-gara gue loe jadi kena musibah deh” ucap Karina memelas.
“Pokoknya gue nggak mau kalo dia nggak minta maaf duluan sama gue” ucap Yuki.
“Mimpi loe, siapa juga yang mau minta maaf. Gue nggak salah kok” ucap Stef tak mau kalah.
Tiba-tiba Pak Oscar dan Bu Rosa datang dan melihat pertengkaran mereka berdua. Alhasil, mereka dihukum lari keliling lapangan 20 kali.
Yuki dan Stef pun terpaksa menuruti perintah gurunya tersebut meskipun dengan perasaan dongkol. Baru beberapa putaran, tiba-tiba Yuki merasa pandangannya kabur, dia pun terduduk di sisi lapangan dengan kedua tangan terlipat dan kepanya ditelungkupkan diantara kedua tangannya.
Stef yang berlari jauh di depan Yuki, melihat gadis itu dan khawatir. Stef menghampirinya hendak menanyakan keadaannya, tapi ketika Stef menyentuhnya, gadis itu pingsan, tak sadarkan diri. Dia pun segera membawa Yuki ke UKS.
Stef menunggui Yuki sendirian di UKS, karena teman-teman mereka masih latihan. Stef memandangi wajah Yuki yang memerah karena terkena panas matahari. Ditatapnya gadis yang tak sadarkan diri itu lekat-lekat.
“Dunia ini begitu rumit. Baru saja gue pergi ninggalin dunia gue yang lama dan menuju dunia yang baru tapi bayang-bayang itu nggak pernah bisa lepas dari gue saat gue liat loe. Yuki, siapa loe sebenarnya” ucap Stef pada gadis itu pelan.
************************************************************
bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar