Sabtu, 22 Oktober 2011

TRUE LOVE IS NEVER DIE 15

Tiba-tiba saja Vita datang dan menghampiri Fathir dan Stef yang berbincang di depan kamr mandi.
“Kalian berdua ini lama banget sih, ditungguin anak-anak malah asyik banget ngobrol disini” seru Vita.
“Iya, Sayang. Maaf ya tadi ada yang aku bicarain sama Stef” ujar Fathir.
“Ngomongin apaan sih, serius banget?” tanya Vita.
“Mmm….bukan apa-apa kok, Sayang. Cuma bahas tentang tim basket aja, iya nggak, Stef” jawab Fathir seolah-olah bertanya pada Stef.
“Iya” sahut Stef singkat.
“Ya udah yuk kita keluar soalnya anak-anak yang lain udah pada nungguin” ujar Vita seraya menggandeng tangan Fathir. Stef mengikuti di belakang mereka berdua.
Akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama, mereka memutuskan minggu depan akan mengajak Yuki berlibur di villa keluarga Vita.


Keesokan paginya….Vita, Angel, Karina dan Bella yang kebetulan tidur di kamar tamu dikejutkan oleh teriakan Bik Minah yang memanggil-manggil Yuki, anak majikannya.
“Non Yuki….Non dimana, Non….Non Yuki….” panggil Bik Minah ke seluruh penjuru rumah.
“Bik Minaaah….pagi-pagi kok udah teriak-teriak sih” protes Karina sambil mengusap-usap matanya yang masih ngantuk.
“Maaf Non Karina….Bibik lagi nyariin Non Yuki” ujar Bik Minah panik.
“Emangnya Yuki kemana Bik?” tanya Angel yang baru saja keluar dari kamarnya disusul Vita.
“Bibik juga nggak tau, Non. Tau-tau waktu Bibik masuk kamarnya Non Yuki, Non Yuki nya udah nggak ada di kamar” jelas Bik Minah.
“Bibik udah nyari ke semua tempat di rumah ini?” tanya Angel lagi.
“Udah Non, tapi sepertinya Non Yuki nggak ada di rumah. Aduuh….bagaimana ini, saya harus bilang apa sama tuan dan nyonya” jujar Bik Minah benar-benar panik.
“Bik Minah tenang ya, biar Yuki kami yang cari” ucap Vita menenangkan Bik Minah.
“Sapa tau Yuki pergi cari makan. Kan dari kemarin dia belum makan sama sekali” sahut Bella tiba-tiba.
“Masa’ sih?” tanya Angel tak yakin. Tiba-tiba perut Bella berbunyi.
“Yeee..itu sih elo Bella yang kelaperan” seru Karina.
“Hehehe…” Bella tersenyum malu.
“Ya udah kalo gitu Bella sama Karina tunggu di rumah aja ya. Biar nanti gue sama Angel yang cari Yuki sama para cowok” ujar Vita kemudian.

Setelah bersiap-siap dan para cowok udah berkumpul, mereka pun membagi tugas.
“Guys, biar lebih efisien gimana kalo kita berpencar aja nyarinya” usul Vita.
“Gue setuju tuh” sahut Fathir.
“Jadi nanti Cukem coba cari Yuki di rumah temen-temen yang lain, trus Angel sama Mike coba cari disekitar kompleks dan tempat-tempat yang selalu didatangi Yuki. Sedangkan gue, Fathir dan juga Stef coba cari Yuki di makam Esa” ujar Vita membagi tugas pada semuanya.
“Siap laksanakan” sahut Cukem seraya memberi hormat lalu melangkah pergi menjalankan tugasnya.
Angel juga langsung melangkah pergi tanpa berkata apa-apa pada Mike. Namun cowok itu senantiasa mengikuti langkahnya kemanapun.
Fathir, Vita dan Stef juga segera menuju makam Esa.


Meski udah berjam-jam kesana-kemari mencari, tapi Mike dan Angel sama sekali tak menemukan tanda-tanda keberadaan Yuki. Selama mereka berdua mencarai, Angel dan Mike tak saling bicara. Mike yang kesal dengan suasana dingin diantara mereka berusaha mencairkan suasana.
“Gimana kabar kamu, Ngel?” tanya Mike.
“Gue baik ato nggak, sama sekali nggak ada urusannya sama loe lagi. Kita udah nggak ada hubungan apa-apa” jawab Angel sinis.
“Angel, aku masih sayang banget sama kamu. Aku bener-bener nyesel udah bohomgin kamu” ucap Mke.
“Simpan aja omong kosong loe itu buat cewek lain. Gue nggak akan pernah percaya sama pembohong karena menurut gue, sekali pembohong tetap pembohong” ujar Angel lalu berjalan menjauhi Mike.
“Angeeel….apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya lagi sama aku” teriak Mike, namun Angel tak menghiraukannya malah makin berjalan menjauhi Mike.
Angel hendak menyeberang jalan, tapi karena suasana hatinya sedang kacau, jadinya dia tak melihat ketika ada sebuah mobil pick up bergerak kencang menuju arahnya. Angel berteriak, namun beruntung sebuah tangan menariknya lebih cepat ketika mobil itu hanya berjarak beberapa meter dari Angel. Mereka berdua trejatuh dengan posisi berada diatasnya.
“Alhamdulillah….kamu nggak pa-pa kan, Ngel?” tanya Mike yang ternyata tadi segera berlari menyelamatkan Angel.
Angel yang posisinya berada di atas tubuh Mike dan masih syok tak mampu berkata apa-apa, hanya menatap Mike.
“Angel, kok kamu diam aja, apa ada yang sakit ya?” tanya Mike lagi.
Angel tersadar lalu segera bangkit dan membelakangi Mike yang masih di tempatnya semula.
“Gue nggak pa-pa kok. Makasih buat pertolongannya” ucap Angel tanpa menatap Mike kemudian berlari meninggalkannya. Mike sendiri masih terdiam dan termenung menatap keergian Angel.
“Apa hati loe bener-bener udah tertutup buat gue, Ngel” ucap Mike dalam hati.


Di Pemakaman umum, Fathir, Vita dan Stef baru saja sampai. Mereka mencari di makam Esa, tapi tak menemukan Yuki disana. Vita lalu bertanya pada si penjga makam yang kebetulan lewat.
“Permisi, Pak, kalo boleh saya tanya apa Bapak melihat seorang gadis seusia kami datang kesini?” tanya Vita sambil menunjuk makam Esa.
“Sepertinya tadi memang ada anak perempuan berambut panjang yang duduk di depan makam ini sambil menangis, apa itu teman adik-adik ini?” tanya Penjaga Makam.
“Iya Pak, itu sahabat kami” sahut Fathir.
“Kalo begitu adik-adik terlambat. Baru aja gadis itu pergi naik taksi” ujar penjaga makam.
“Ya aqmpun Fathir….gimana nih sekarang. Aku takut Yuki kenapa-napa Fathir. Dia masih labil karena kepergian Esa” ucap Vita panik, Fathir pun berusaha mnenangkan kekasihnya itu.
Tiba-tiba Stef menepuk pundak Fathir, “Sepertinya gue tau dia kemana. Biar gue yang cari Yuki” ucap Stef, Fathir hanya mengangguk.



Disaat semua orang sibuk mencarinya, ternyata Yuki sedang duduk di bangku taman, tempat dimana dia selalu menunggu untuk bertemu Esa. Wajah gadis itu begitu pucat dan matanya menatap kosong. Di salah satu tangannya dia memegang beberapa lembar kertas yang ia temukan di ‘secret zone’ (pohon rahasia) mereka.
Gadis itu kemudian membaca satu persatu kertas yang ditulis oleh Esa untuknya.

Dear My Princess Sakura,

Terima kasih kau tlah hadir dalam hidupku. Terima kasih kau tlah menjadi bidadariku. Terima kasih kau tlah membuatku mengenal cinta. Hanya kau yang terindah yang pernah ada dalam hidupku.
ESA


Dear My Princess Sakura,

            Hanya dirimu satu-satunya yang tersimpan dihatiku. Ku tak tahu sampai kapan aku bisa bertahan. Ingatan tentangmu memberiku sedikit harapan. Tanpamu, membuatku mati secara perlahan. Andai aku bisa memutar waktu…
ESA

Dear My Princess Sakura,
            Andai kau tahu betapa aku sangat merindukan hadirnya sosokmu disisiku. Andai kau tahu betapa aku ingin memelukmu. Andai aku bisa bersamamu di tempat itu. Andai Tuhan mengizinkan....
ESA

Dear My Princess Sakura,

Mungkin saat kamu baca surat ini, aku udah pergi dari dunia ini. Maafkan aku yang tak pernah jujur selama ini dan meninggalkanmu begitu saja. Sebenarnya aku hanya tak mau membuat kamu sedih seandainya kamu tahu apa yang terjadi. Mungkin kamu nggak akan bisa memaafkan kesalahanku yang meninggalkanmu dan melupakan janji-janji kita, tapi yang harus selalu kamu tau, saat pertama kali aku melihatmu, sejak itulah aku berjanji pada diriku untuk selalu menjagamu dan nggak akan membuatmu bersedih.
Dari semua yang telah kita jalani bersama, aku semakin menyadari bahwa tanpa dirimu aku hanyalah manusia tanpa cinta. Meski kini aku tak ada lagi disiampingmu, tapi aku berjanji akan tetap setia mencintai dan menjagamu meski waktu telah memanggil seluruh ragaku. Aku juga telah berjanji bahwa hanya kaulah yang kusayangi seumur hidupku. Karena itu selama aku masih bisa bertahan, selama aku masih bisa benafas, dan selama Tuhan masih mengizinkan aku ingin selalu menjagamu.
Dan yakinlah bahwa cintaku tak akan hilang walau waktu telah memisahkan kita. Andai ada satu cinta lain yang telah datang padamu, yakinlah pada hatimu bahwa dia yang terbaik untukmu. Dan aku akan bahagia melihatmu diatas sana bila kau bahagia. Untuk yang terakhir kalinya, aku minta maaf dan I LOVE U 4EVER.
“ESA”

Setelah membaca semua isi surat-surat itu, air mata Yuki tak terbendung lagi. Karena tak kuat menerima kenyataan, akhirnya dia pun pingsan. Lalu seseorang datang menghampirinya dan menggendongnya. Dalam keadaan pingsan, air mata Yuki terus mengalir dari sela-sela matanya dan memanggil-manggil nama Esa.

*********************************************************
bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar