Sabtu, 22 Oktober 2011

TRUE LOVE IS NEVER DIE 14

Esoknya, Yuki datang ke sekolah dengan wajah yang ceria sekali. Begitu sampai di kelas, dia langsung memeluk sahabat-sahabatnya. Tak hanya itu, semua orang yang ada di kelas di sapa sama Yuki termasuk Stef yang barusan datang juga.
“Pagi Steff” sapa Yuki sambil tersenyum manis banget.
Vita, Angel, Karina, dan Bella bingung dengan suasana hati Yuki yang tiba-tiba saja.
“Ada apa sih, Ki, kok loe kelihatanyya seneng banget?” tanya Vita.
“Hehehe……gue seneeeeng banget hari ini, guys”seru Yuki.
“Emangnya loe abis menang undian?” tanya Bella.
“Apa loe baru ketemu sama cowok cakep?” tanya Karina.
Yuki tertawa penuh arti membuat sahabat-sahabatnya jadi makin bingung.
“Cob ague tebak…..Loe ketemu Esa ya” ujar Angel bikin yang lainnya menatapnya penuh tanda tanya.
Yuki masih tersenyum senang dan malu-malu.
“Beneran, Ki?” tanya Vita memastikan.
Yuki mengangguk lalu memeluk sahabat-sahabatnya lagi, “Iya guys, tadi malem Esa SMS gue dan kita ketemuan” seru Yuki.
Vita, Angel, Karina dan Bella turut bahagia dengan cerita Yuki.
“Kalian tau nggak, nanti pulang sekolah, Esa ngajakin gue ketemuan lagi di studio latihannya” cerita Yuki.
“Oh ya?! Seneng dong sekarang my princess coz prince Esa udah kembali” seru Karina dengan suara nyaringnya membuat semua anak yang ada di kelas ngeliatin mereka.
“Ya iyalah, miss ngingnging. Kan ketemu pujaan hati, siapa sih yang ga happy” sahut Bella sambil tersenyum penuh arti ke Yuki.
Yuki tersenyum saja mendengar celotehan teman-temannya.
“Tapi Ki, loe udah tanya belum sih ke Esa, kemana dia selama ini?” tanya Angel penasaran.
“Gue kemaren udah nanya ke Esa dan dia bilang kalo dia sedang ada urusan keluarga jadinya gak bisa hubungin gue. Makanya buat nebus rasa bersalahnya, hari ini dia ngajakin gue ke studio latihannya” jawab Yuki.
“Serius loe, cuma itu aja alasannya. Emang Esa nggak ngomong apa-apa lagi sama loe?” tanya Vita agak heran.
Yuki menggeleng, “Buat gue, asalkan Esa udah kembali dan baik-baik aja itu udah cukup buat gue bahagia. Soal kenapa dia menghilang buat gue udah gak penting lagi” jawab Yuki.
“Beruntungnya Esa dapetin cewek kayak loe, Ki, yang nggak pernah nuntut apa-apa ke dia” ucap Angel.
Mereka semua pun tersenyum.

Tak lama setelah itu Mike datang dan mendadak suasana diantara mereka jadi dingin. Pasalnya Angel yang tadinya ikut tersenyum bersama sahabat-sahabatnya mendadak senyumnya hilang. Dia saling bertatapan mata dengan Mike, namun tak saling bicara. Hanya sekilas, lalu Angel memalingkan pandangannya. Yuki yang tak tau masalah diantara mereka berdua, dengan polosnya malah menyapa Mike juga dengan penuh senyum.
“Pagi, Mike…..” sapa Yuki sambil tersenyum ceria.
“Pagi juga, Ki” sahut Mike yang juga tersenyum sekilas ke Yuki lalu memandang Angel kembali sambil berjalan menuju bangkunya.
“Tumben, Ngel kok lo nggak manja-manjaan sama Mike?” tanya Yuki yang hafal kebiasaan Angel tiap ketemu Mike sambil tertawa.
Angel terlihat sedih lalu kemudian berdiri izin ke toilet.
“Sssstttt…..Yuki, loe nggak tau ya, kan Angel sama Mike baru aja putus kemarin” bisik Vita pelan.
“Whattt???? Serius loe, kok bisa sih?” seru Yuki sempat tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
“Serius dong, my princess, liat aja tuh tingkah mereka berdua sekarang kan beda banget” sahut Karina yang berusaha memelankan suaranya tapi tetep aja yang lain masih bisa mendengar dan langsung menoleh ke arah mereka berempat.
“Iiikhh…Karina turunin dikit dong volume suara loe. Loe nggak mau kan buka aib sahabat loe sendiri” ucap Bella seraya membekap mulut Karina.
“Bellaaaa…apaan sih, gak bisa nafas tau gue” protes Karina sambil berusaha melepaskan tangan Bella yang membekapnya.
“Emang gimana ceritanya mereka putus?” tanya Yuki.
“Gue juga nggak seberapa tau, tapi yang jelas Angel bilang kalo Mike udah bohongin dia dan bilang kalo Mike ternyata masih suka ma mantannya, Jasmine” jelas Vita sambil berbisik.
“Ya ampun…kasian banget Angel., pasti dia sedih banget sekarang. Bodohnya gue malah cerita tentang Esa di depan dia” sesal Yuki.
“Loe nggak salah kok, Ki, kan loe emang belum tau apa-apa. Yang penting sekarang kita harus hibur Angel dan bikin sahabat kita itu ceria lagi” ucap Vita.
“Yupz…gue setuju” seru Karina.
“Gue juga setuju” sahut Bella”
Yuki hanya tersenyum dan mengangguk.

Percepat…….

Bel pulang sekolah telah berbunyi sepuluh menit yang lalu, dann semua siswa sudah berhamburan untuk segera pulang. Seperti biasa sebelum pulang sekolah Fathir mampir dulu ke toilet. Karena tergesa-gesa, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan Stef yang baru saja keluar dari toilet.
“Aduh Stef, sorry sorry….gue nggak sengaja” ucap Fathir.
“Iya nggak pa-pa, Thir. Gue balik dulu ya” pamit Stef setelahnya dan Fathir segera masuk ke toilet untuk menuntaskan urusannya…hehehe J
Ketika Fathir keluar dari toilet dia menemukan sebuah dompet. Father memungutnya dan membukanya untuk mencari tahu pemiliknya.
Ternyata dompet itu milik Stef. Mungkin terjatuh saat mereka tabrakan tadi. Tak ada yang istimewa di dompet itu menurut Fathir, namun tiba-tiba matanya menangkap sebuah foto yang tersembunyi di balik dompet Stef.
Fathir yang penasaran lalu mengambilnya beberapa, betapa terkejutnya dia ketika melihat foto-foto itu.
“Lho ini kan…..kok bisa? Gue harus minta penjelasan nih ke Stef” ucap Fathir.


Yuki tak sabar ingin segera bertemu dengan Esa. Sebenarnya sih sahabat-sahabat Yuki ingin menemaninya tapi Yuki menolak karena dia takut Esa kecewa kan yang diajak hanya Yuki masa’ dia malah ngajakin semuanya sih. Siapa tau Esa mau bikin kejutan buat dia, pikir Yuki.
Yuki kini telah berdiri di depan studio tempat Esa biasa latihan. Hati Yuki berdebar-debar menantikan apa yang bakal terjadi disana. Dengan semangatnya dia masuk ke tempat itu dan benar Esa sudah menunggunya.
Cowok itu sedang duduk sambil memegang gitarnya ketika Yuki masuk. Dan dia segera tersenyum pada gadis itu.
“Akhirnya kamu datang juga princess sakura ku” ucap Esa.
“Esa, kamu udah nunggu lama ya” ucap Yuki.
“Nggak juga kok, Sayang” ucap Esa sambil tersenyum ke Yuki.
“Ada apa sih, Syang, kok tumben banget kamu ngajakin aku kesini. Biasanya juga kamu paling nggak mau aku kesini nemenin latihan, trus yang lainnya kemana kok kamu sendirian?” tanya Yuki bertubi-tubi.
“Hanya kamu sama aku disini” ucap Esa.
“Maksudnya?? Jadi kamu nggak latihan hari ini?” tanya Yuki.
Esa mengangguk, “ Aku ingin kamu dengar lagu yang baru aku aransemen ulang” jawab Esa.
“So sweet…..mau dong dengernya” pinta Yuki.
Ea lalu berlalu berjalan menuju tempat piano  lalu segera mmainkannya sambil bernyanyi untuk Yuki.


demi semua yang aku jalani bersamamu

kuingin kau jadi milikku
kuingin kau disampingku


tanpa dirimu ku hanya manusia tanpa cinta
dan hanya dirimu yang bisa
membawa surga dalam hatiku

ref:
kuingin engkau menjadi milikku
aku akan mencintaimu
menjagamu selama hidupku
dan aku kan berjanji
hanya kaulah yang kusayangi
ku akan setia disini
menemani…
sentuhanmu
bagaikan tangan sang dewi cinta
yang berhiaskan bunga asmara
dan membuatku tak kuasa
back to ref
di setiap arung gerakku
tersimpan di hati kecilku
bahwa dirimu terindah untukku
back to ref
ref2:
selama ku masih bisa bertahan
selama ku masih bisa bernapas
selama Tuhan masih mengijinkan
kuingin selalu menjagamu
back to ref2 [3x]
selama ku masih bisa bertahan
selama ku masih bisa bernapas
(Ku Ingin Kamu – Romance)


“Wah….so sweet banget sih lagunya. Janji ya kamu akan selalu ada disamping aku dan jangan pernah menghilang lagi dari aku” seru Yuki yang begitu lagu selesai langsung menghampiri Esa.
Tanpa berkata-kata Esa langsung memeluk Yuki lama.
“Sayang, kok kamu meluknya erat banget sih….gak bisa nafas nih” ujar Yuki setengah bercanda lalu Esa pun melepaskan pelukannya.
“Jadi nggak mau nih aku peluk? Ya udah deh aku pergi aja lagi” goda Esa sambil tersenyum jahil.
“Jangan dong….aku nggak mau kamu pergi. Tetap disini bersamaku” ucap Yuki lalu ganti memeluk Esa.
“I will always love you, my princess” ucap Esa.
“I will always love you too, Sayang” ucap Yuki.
Tanpa mereka sadari seseorang melihat mereka berdua dari balik pintu.


Esa mengantarkan Yuki pulang ke rumahnya setelah hampir seperempat hari menghabiskan waktu bersama.
“Kamu nggak mau masuk dulu, Sayang?” tanya Yuki.
“Aku nggak bisa, Sayang. Aku harus pergi sekarang. Kamu jaga diri baik-baik ya selama aku nggak ada” ucap Esa.
“Kok gitu sih ngomongnya, kayak kamu mau pergi aja. Kan kamu udah janji nggak akan pergi kemana-mana lagi” ucap Yuki.
Esa tersenyum lembut lalu mengacak-acak rambut Yuki seperti biasanya, “Iya Sayang, aku nggak akan pergi kemana-mana. Aku akan selalu ada di hati kamu” ucapnya seraya mengecup lembut kening Yuki, kekasihnya.
“Ya udah kalo gitu kamu hati-hati di jalan ya Sayang” ucap Yuki.
Esa mengangguk dan langsung pergi meninggalkan Yuki yang terus menatap kepergiannya sampai hilang dari pandangannya. Entah mengapa tiba-tiba Yuki merasa sedih.



Keesokan harinya, semuanya telah berkumpul ke pemakaman. Semua yang ada disana tak sanggup menahan kesedihan ketika sesosok tubuh dimasukkan ke liang lahat, terutama Yuki yang begitu histeris dan sangat terpukul melihat orang yang dicintainya harus pergi secepat ini. Sahabat-sahabatnya berusaha untuk menenangkannya, namun karena tak kuat menerima kenyataan akhirnya dia pun pingsan, membuat semua yang disana panik.
“Cepat bawa Yuki pulang. Dia pasti shock sekali karena Esa meninggal” ucap Fathir menyuruh Vita dan sahabat-sahabatnya yang lain untuk membawa Yuki pergi dari tempat itu. Dan seseorang menatap kejadian itu dari kejauhan dengan tatapan sedih.
Semuanya sangat cemas memikirkan kondisi Yuki. Sejak pulang dari pemakaman, gadis hanya terus menangis dan mengurung diri di kamar. Tak ada seorang pun yang bisa membujuknya untuk keluar dari kamar tak terkecuali sahabat-sahabatnya.          
            “Kenapa loe pergi, Sa, kamu udah janji nggak akan pernah pergi dari aku. Kamu akan selalu menjaga aku, tapi mana….kamu bohongin aku. Kamu pergi dan nggak akan pernah kembali. Aku benci kamu” isak Yuki.
Vita, Angel, Karina dan Bella yang sedari tadi berdiri di depan kamar Yuki sangat mengkhawatirkan keadaan sahabatnya itu. Yuki sama sekali tak mengijinkan siapapun masuk ke kamarnya.
“Kasian banget my princess….pasti dia sedih banget” ucap Karina dengan ekspresi sedihnya.
“Semua orang juga pasti bakal sedih kalo kehilangan orang yang disayangi apalagi untuk selamanya” sahut Bella.
Mendengar kata-kata Bella, Angel terdiam. Tiba-tiba dia teringat Mike.
“Gue juga kehilangan orang yang paling gue sayang, tapi seenggaknya gue masih bisa lihat dia dan senyumnya, tapi Yuki kehilangan orang yang disayanginya untuk selamanya dan nggak akan pernah bisa lihat senyumnya lagi. Harusnya gue bisa selalu bersyukur” batin Angel.
“Guys, gue tadi udah telepon Nyokapnya Yuki, dan beliau bilang nggak bisa pulang dalam waktu dekat karena papanya Yuki ada urusan yang sangat penting, jadi beliau minta kita untuk tinggal disini sementara waktu menemani Yuki” ucap Vita.
“Gue setuju, Vit, kita harus selalu ada disamping Yuki untuk beberapa hari ini” sahut Angel.
“Okey kalo gitu sekarang lebih baik kita pulang dulu, izin sama orang tua masing-masing. Lagian saat ini Yuki sedang mengurung diri di kamar, jadi kita minta bantuan ke Bik Minah aja kalo ada apa-apa, gimana” tanya Karina yang langsung disetujui semuanya.

Di tempat lain, tepatnya makam Esa, seseorang berdiri mematung memandangi tanah yang masih basah dan penuh dengan taburan bunga itu. Orang itu lalu berlutut dan menyentuh nisan yang terpasang.
“Sa, maafin gue. Sekarang mungkin udah saatnya gue berterus terang sama mereka semua” ucap orang itu sambil meneteskan air mata yang udah sejak dari tadi ia tahan namun akhirnya jatuh juga.
Lama dia memandang ke pusara itu lalu akhirnya bangkit dan segera pergi dengan motornya ke suatu tempat.


Setelah mendapat izin dari orang tua masing-masing, Vita, Angel, Karina dan Bella  sudah berkumpul lagi di rumah Yuki, namun gadis itu belum menampakkan tanda-tanda keluar dari kamarnya, menurut Bik Minah. Mereka pun mengundang Fathir, Cukem, Mike dan juga Stef ke rumah Yuki untuk membicarakan bagaimana caranya membuat Yuki tersenyum lagi.
“Guys, ada yang puny aide nggak biar Yuki bisa tersenyum lagi kayak dulu. Gue nggak tega liat dia kayak gini terus” ujar Vita.
“Memangnya Yuki kenapa, Sayang?” tanya Fathir.
“Dari tadi dia mengunci diri di kamar dan nggak mau keluar. Bik Minah juga tadi bilang ke kita kalo Yuki nggak makan sama sekali dari tadi” jawab Vita.
“Kita nggak mau terjadi apa-apa sama sahabat kita, jadi please pendapat kalian” ujar Angel.
“Gimana kalo kita berdua joget india aja sambil nyanyi ‘Chaiya Chaiya’ “ sahut Cukem.
“Cumi o’on….please deh serius dikit napa” sela Karina.
“Tau tuh dasar cumi o’on. Nggak tau sikon aja sih” sahut Bella.
“Gimana kalo kita liburan aja ke villa. Kan bentar lagi kita libur” usul Mike.
“Gue setuju usul loe Mike, tapi saat ini aja Yuki nggak mau keluar kamar jadi gima caranya” ujar Vita.
“Kita paksa aja” seru Cukem.
Yang lain terlihat sedang berpikir mengenai usul Mike dan pendapat Cukem, lalu tiba-tiba Stef meminta izin ke kamar mandi.
“Sorry guys, gue ke kamar mandi dulu” pamit Stef.
Tak lama setelah Stef masuk ke dalam, Fathir mengikutinya.

Di depan pintu kamar mandi, begitu Stef keluar, Fathir sudah berdiri di depannya.
“Loe, Thir, mau ke kamar mandi juga?” tanya Stef.
“Nggak, Stef, sebenarnya gue ngikutin lloe kesini. Gue mau ngembaliin dompet loe yang jatuh di toilet sekolah kemarin” jawab Fathir seraya menyerahkan dompet Stef.
“Oh…Thanks, Thir, gue kira nih dompet hilang dimana, nggak taunya loe yang nemuin” ucap Stef.
Stef hendak melangkah pergi namun tangannya dutahan Fathir. Stef menatapnya tak mengerti.
“Ada apa, Thir?” tanya Stef.
“Sebenernya ada yang mau gue tanyain ke loe, Stef, tentang foto-foto yang gue temuin di dompet loe” jawab Fathir.
“Foto yang mana?” tanya Stef.
“Sebenarnya ada dua, tapi yang pertama, gue pengen tau dulu soal foto loe sama….Esa” ucap Farhir yang langsung membuat wajah Stef berubah tegang. “Loe ada hubungan apa sama Esa?” tanya Fathir.
Lama Stef diam tak bersuara, namun akhirnya dia menghela nafas panjang dan menjawab pertanyaan Fathir.
“Gue sepupu Esa” jawab Stef.
Fathir terkejut. Dan juga seseorang yang tanpa sengaja mendengar percakapan mereka tak jauh dari tempat mereka berdua berdiri.

*********************************************************
bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar